Sutikno: Rahmad seorang muallaf, apa salah ikut Liga Santri?

Richard Arbed Anderson atau Richard Rahmad pemain terbaik Liga Santri Nusantara 2015 (Syaiful/kanalsatu.com)

KANALSATU – Pro dan kontra terkait penggunaan pemain ilegal dalam Liga Santri Nusantara U-17 2015 melibatkan Richard Rahmad, pemain terbaik dari PP Nurul Islam Jember, yang disinyalir beragama Katolik, membuat tanda tanya besar bagi kalangan pemerhati sepakbola tanah air. Apa benar yang bersangkutan bukan anggota dari pondok pesantren?.

Sutikno ayahanda dari Richard Arbed Anderson atau Richard Rahmad saat dikonfirmasi menyanggah berita tersebut, menurutnya bahwa anaknya memang sejak kecil beragama Katolik, namun atas inisiatifnya sendiri menjadi muallaf sejak dua tahun yang lalu dan tanpa ada unsur pemaksaan.

“Sudah dua tahun yang lalu anak saya menjadi Muallaf, apakah salah jika ikut liga santri? Toh kalau saat dia memperkuat timnya PP Nurul Islam Jember saat liga Santri apakah nggak boleh?. Bahkan saya sendiri pernah memberikan pernyataan dihadapan RT/RW untuk bersedia dan mengijinkan jika anak saya Muallaf,” jelas Sutikno saat dikonfirmasi kanalsatu.com via telepon selulernya.

Pria yang juga seorang pengusaha ini juga mengungkapkan dan membenarkan bahwa anaknya memang tergabung dalam PP Nurul Islam, meski saat ini anaknya duduk di SMA Katolik st Paulus Jember.

“Memang benar, untuk sekolah umumnya masih tetap di SMA Katolik, tapi apakah salah? Sementara dia sendiri menuntut ilmu dan memperdalam tentang agama Islam di Ponpes Nurul Islam,” ungkapnya.

Richard Arbed Anderson atau Richard Rahmad anak ketiga pasangan dari Sutikno dan Siane Krestanbio pernah mengenyam Sekolah Sepakbola di SSI Arsenal yang beralamatkan di Kodam V Brawijaya, setiap akhir pekan pemuda kelahiran Jember 1 Juli 2000 ini rela menempuh perjalanan jauh dari Jember ke Surabaya untuk belajar meningkatkan skill bermain bolanya.

Richard tak sendiri, bersama dengan adik kandungnya Bryan Cosa dan beberapa teman seangkatannya seperti mantan punggawa bek kanan PON Remaja Jatim, Ibnu Sahid yang asli Jember memang setiap akhir pekan ke Surabaya, bahkan beberapa kali ikut memperkuat timnya SSI Arsenal dalam kejuaraan yang digelar oleh Dispora Surabaya.(win12)

 

Komentar