Richard Rahmad, Muallaf pemain terbaik Liga Santri 2015

Richard Rahmad kapten tim PP Nurul Islam Jember, pemain terbaik Liga Santri Nusantara 2015 seorang muallaf (Syaiful/kanalsatu.com)

KANALSATU - Richard Arbed Anderson atau Richard Rahmad pemain terbaik Liga Santri Nusantara U-17 2015 adalah seorang muallaf, kejuaraan sepakbola yang melibatkan santri se Indonesia ini akhirnya mengorbitkan belia kelahiran Jember 1 Juli 2000 menjadi seorang bintang.

Tapi, siapa yang menyangka bahwa belia yang saat ini duduk di bangku sekolah kelas 1 SMA Katholik Saint Paulus Jember menjadi seorang bintang lapangan adalah muallaf yang baru dua tahun mengenal Islam.

Luar biasa karunia dari Allah SWT, lewat bakat bermain bolanya yang ditekuni sejak kecil, Rahmad kini menjadi seorang pemain muda berbakat. Jatuh bangun, kerja kerasnya selama ini akhirnya berbuah manis ketika PP Nurul Islam yang dibelanya keluar sebagai juara di Liga Santri Nusantara.

Setitik cahaya terang nampak di depan mata, impian untuk menjadi pemain sepakbola profesional selangkah lagi bisa tercapai, asal bisa mempertahankan peak performance dalam mengolah si kulit bundar.

Dukungan keluarga tercintanya senantiasa mengiringi karir Rahmad yang rela menghabiskan waktunya di akhir pekan untuk bergabung dengan SSI Arsenal Surabaya yang bermarkas di Kodam V Brawijaya.

Hal ini diungkapkan oleh ayahanda tercinta, Sutikno, yang kerap sekali mendampingi anak ketiganya ini untuk menimba ilmu di Surabaya, bahkan tak segan-segan untuk mengeluarkan banyak materi agar bisa berlatih di Surabaya yang merupakan gudangnya sekolah sepakbola usia dini.

“Rahmad tak sendiri ke Surabaya, kadang bersama Ibnu Sahid yang merupakan mantan wing bek PON Remaja Jatim yang berhasil menyabet medali emas, dan juga ditemani oleh adiknya Bryan Cosa yang sampai saat ini masih tercatat sebagai siswa di SSI Arsenal Surabaya,” jelasnya, Jumat (11/12/15).

Pengakuan serupa juga diungkapkan oleh Abdurrahman Fatoni, Humas Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) Jember, menurutnya sosok Richard Rahmad memang terdaftar sebagai santri di ponpesnya, meski tak menetap di pesantren namun Richard hadir seminggu sekali untuk memperdalam ilmu tentang Agama Islam.

“Ya, memang dia santri di Ponpes Nurul Islam meski bersekolah di SMA Katholik. Dia muallaf sejak dua tahun lalu, tapi resminya masuk Nurul Islam saat tahun ajaran baru 2015 saat penerimaan santri baru,” jelasnya.

Richard rutin mengikuti latihan sepak bola di sekolah sepak bola yang menajemennya dilaksanakan oleh Ponpes Nuris. Sepak bola sendiri, lanjut Abdurrahman Fatoni, merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang kemudian manajemennya ditingkatkan menjadi sekolah sepak bola.

Selanjutnya, menghadapi Liga Santri Nasional, dibentuk klub dengan nama Nuris United Football Club. Untuk para pemainnya, dilakukan seleksi. Dari 80 pemain menjadi 23 pemain. Richard menjadi salah satu pemain yang terpilih.

Terkait status santri, Abdurrahman Fatoni menyebut Richard termasuk santri kalong. Yakni seseorang yang tidak menempuh pendidikan di pondok secara menetap, tapi mengikuti pelajaran pondok dalam kurun-kurun waktu tertentu tanpa harus menetap di pondok (mondok).

Abdurrahman menerangkan, pondok pesantren memiliki program bagi santri untuk mengajar di daerah-daerah, seperti di Kecamatan Ambulu dan Kecamatan Kalisat. Richard yang pemuda Ambulu mengikuti kegiatan pondok seminggu sekali. “Hanya belajar mengaji Alquran,” ujarnya.(win12)

 

Komentar