2016, Pegadaian Jatim target kredit Rp16 triliun

KANALSATU - Tahun 2016 ini PT Pegadaian (persero) cabang Jawa Timur menargetkan transaksi kredit sekitar Rp16 triliun atau setara dengan 20%. Angka dan target ini lebih tinggi jika dibandingkan tahun sebelumnnya yang hanya Rp13 triliun atau setara 15%.

Pimpinan PT Pegadaian (Persero) cabang Jatim, Ngadenan mengatakan sampai saat ini sektor  kredit masih banyak diminati oleh masyarakat. Macam-macam kredit yang diminati masyarakat diantaranya kredit emas, kredit otomnotif  hingga pembiayaan UMKM

"Kami cukup optimis dengan target ini, apalagi tahun ini perekonomian diprediksi membaik, dan didukung oleh produk baru yang kami miliki seperti tabungan emas. Kami yakin realisasi minimal sesuai target," kata Ngadenan di Surabaya, Selasa (12/1/16).

Ngadenan menjelaskan untuk strategi memacu kinerja adalah melalui program Point of Sales dan layanan mobile atau unit pegadaian keliling. Selain itu juga melalui produk Tabungan Emas yang sesuai dengan minat masyarakat saat ini diyakini mampu mendorong kinerja.
Untuk layanan mobile unit saat ini sudah ada 5 unit di Jatim. Baik  Point of Sales dan layanan mobile tahun ini akan ada penambahan 50 unit dan point baru, sedangkan untuk outlet akan ditambah 10 outlet lagi yang mana saat ini sudah ada 485 outlet diseluruh Jatim.

"Dari layanan Point of Sales dan layanan mobile memberi kontribusi sekitar 10 dari realisasi kami. Layanan ini sangat penting karena menjangkau lebih dekat, khususnya pangsa pasar utama kami, yaitu komunitas, seperti komunitas pengusaha UMKM,” jelas Ngadenan.

Pegadaian juga menargetkan penambahan 10% nasabah ditahun ini dari total nasabah tahun 2015 yang sebanyak 1 juta nasabah, dimana 80% nasabah merupakan komunitas, khususnya pengusaha UMKM.

Selain itu laba pada tahun ini juga ditargetkan meningkat, dari Rp375 miliar pada tahun 2015 ditarget naik menjadi Rp400 miliar ditahun ini untuk wilayah Jatim. Dengan mengandalkan tiga lini bisnis, yaitu pembiayaan, emas, dan jasa lainnya, Pegadaian optimis mampu mencapai target.

Khusus untuk kredit emas tumbuh tahun 2015 mengalami pertumbuhan 35 persen atau berkontribusi Rp300 miliar terhadap pendapatan , dan tahun  2016 ditargetkan meningkat menjadi Rp 500 miliar.

"Untuk gadai, kontribusi barang jaminan paling tinggi masih didominasi emas sekitar 90%. Sedangkan untuk penymbang penyaluran kredit tertinggi adalah pembiayaan mikro atau Fidusia yang mengalami pertumbuhan mencapai  75 ditahun ini,” imbuhnya.

Dengan kinerja tersebut, Pegadaian Wilayah Jatim mampu menyumbang kontribusi kedua secara nasional setelah Makassar dengan kontribusi sebesar 11%.(win8/win12)

 

Komentar