Mantan PM dan Presiden Israel Simon Peres kembali diopname

Simon Peres mendapatkan Nobel pada tahun 1994 bersama-sama PM Yitzhak Rabin dan pemimpin Palestina, Yasser Arafat. (Foto AP)

KANALSATU - Mantan Presiden Israel, Shimon Peres, mesti dibawa ke rumah sakit setelah mengalami rasa sakit pada jantung, 10 hari setelah dia menderita serangan jantung kecil.

Lebih jauh Simon Peres yang telah berusia uzur, 92 tahun, menjalani pembedahan kecil minggu (17/1/16) lalu karena penyempitan arteri.

Juru bicaranya mengatakan pada Minggu (24/01/16) bahwa Peres diopname kembali di sebuah rumah sakit Tel Aviv "untuk diamati dan menjalani tes". Dia tidak akan menjalani prosedur operasi, lapor Haaretz.

Secara khusus Simon Peres dua kali menjadi perdana menteri Israel dan menjadi presiden dari 2007 -2014.

Pada Minggu (24/1/16), dia ditemukan oleh para dokter bahwa ia mengalami detak jantung tidak teratur, kata juru bicaranya.

Peres mendapatkan Penghargaan Nobel Perdamaian pada 1994 karena perannya merundingkan perjanjian perdamaian Oslo dengan Palestina setahun sebelumnya.

Lebih dalam Nobel ini didapatnya bersama-sama Perdana Menteri, Yitzhak Rabin, yang kemudian dibunuh, dan pemimpin Palestina, Yasser Arafat.

Dia dikalahkan pada pemilihan umum 1996 oleh pemimpin kelompok oposisi Likud, Benjamin Netanyahu. (bbc/win7)

Komentar