Polda Metro jaya yakin Mirna dibunuh secara berencana

Wayan Mirna Salihin alias Mirna (27) yang tewas akibat meminum kopi Vietnam bercampur zat sianida. Polda Metro Jaya memastikan kematian Mirna merupakan proses pembunuhan berencana.

KANALSATU - Kepolisian Daerah Metro Jaya melalui penyidiknya menduga kematian misterius Wayan Mirna Salihin alias Mirna (27) akibat pembunuhan berencana.

"Buktinya cukup signifikan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombespol Krishna Murti di Jakarta, Jumat (29/1/16).

Secara khusus Krishna mengatakan penyidik menemukan konstruksi hukum yang menguatkan dugaan pembunuhan berencana terhadap Mirna.

Lebih dalam Krishna mengaku telah menemukan bukti dugaan pembunuhan berencana itu, termasuk keterangan saksi ahli yang diperkuat alat bukti lainnya.

Polisi telah memeriksa 15 orang saksi, termasuk keterangan saksi ahli dari pakar psikologi Prof Sarlito Wirawan Sarwono.

Lebih dalam menurut Sarlito, penyidik telah memiliki alat bukti yang cukup untuk menetapkan tersangka pembunuh Mirna yang diracun dengan senyawa sianida.

Sarlito menilai penyidik telah memiliki alat bukti yang cukup untuk menentukan tersangka pembunuhan Mirna yang dicantumkan pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Lebih jauh Wayan Mirna Salihin alias Mirna meninggal dunia usai meminum es kopi Vietnam di Restoran Olivier di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/16).

Awalnya teman korban, Jessica Kumolo Wongso, tiba lebih awal dibanding Mirna dan seorang rekan lainnya, Hani, di gerai itu pukul 16.09 WIB.

Kemudian Jessica memesan cocktail dan fashioned sazerac untuk dia dan Hani, sedangkan Mirna dipesankan kopi Vietnam.  Mirna dan Hani tiba di kafe itu sekitar pukul 17.00 WIB.

Mirna menyeruput minumannya namun korban kejang-kejang setelah minum sekali sedot. Dia sempat dibawa ke klinik di pusat perbelanjaan terkenal itu, lalu dirujuk ke Rumah Sakit Abdi Waluyo Menteng, Jakarta Pusat, di mana di sini dia nyatakan meninggal dunia.

Sementara itu proses penyidikan yang dilakukan aparat Polda Metro Jaya berjalan sangat lambat meski terkesan sangat hati-hati mengingat kasus ini sangat menjadi perhatian publik, karena masyarakat umum sangat pingin tahu siapa gerangan orang yang tega melakukan pembunahan terhadap Mirna tersebut. (ant/win7)

Komentar