Touadera, profesor matematika jadi Presiden di Afrika Tengah

KANALSATU - Langkah maju dialami Faustin-Archange Touadera, mantan perdana menteri dan profesor matematika, yang diumumkan sebagai pemenang Pemilu presiden di Republik Afrika Tengah.
Lebih jauh pemilu presiden yang putaran pertamanya berlangsung 30 Desember 2015 itu dianggap titik awal setelah bertahun-tahun dilanda kekerasan sektarian.
Lebih dalam Touadera menang dengan 62,71% suara, sedangkan lawannya Anicet-Georges Dologuele mendapatkan 37,29% suara. Lawannya ini adalah bekas bankir yang dijuluki "Mr Clean".
Menurut komisi Pemilu setempat (ANE), jumlah pemberi suara lebih rendah dari pada yang diperkirakan, yakni 61%.
Sementara itu disebutkan bahwa kemenangan ini masih harus disahkan oleh mahkamah konstitusi.
Secara khusus Touadera (58) mencalonkan diri dari jalur independen dan dia sudah mengejutkan karena mendapat urutan kedua pada Pemilu babak pertama.
Bekas profesor matematika yang sangat dihormati itu pernah menjadi perdana menteri pada masa pemerintahan presiden Francois Bozize, yang beragama Kristen, yang digulingkan pada 2013.
Kudeta oleh pemberontak muslim Seleka itu memicu kekerasan antara milisi muslim dan Kristen yang merenggut nyawa ribuan orang.
Rakyat berduyun-duyun ke TPS sambil perdamaian tercipta di negeri ini, Minggu pekan lalu, demikian yang dilaporkan oleh kantor berita AFP. (ant/win7)