PT Holcim Indonesia Tbk angkat 5 Direksi baru
KANALSATU – PT Holcim Indonesia Tbk secara resmi mengumumkan penunjukkan lima anggota Direksi baru, setelah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Menara 165, Jakarta, Kamis (25/2/16). Penunjukan lima Direksi baru ini seiring dengan kebutuhan company dan dilandasi oleh latar belakang, pengalaman, dan kompetensi yang dibutuhkan oleh Holcim untuk bersaing dalam kompetisi pasar yang semakin ketat.
PT Holcim Indonesia Tbk dan PT Lafarge Cement Indonesia (LCI) resmi bergabung melalui proses akuisisi terhadap saham LCI, menyusul mega merjer antara kedua grup perusahaan menjadi LafargeHolcim pada bulan Juli tahun lalu. Setelah melalui proses untuk memenuhi semua persyaratan dan ketentuan, integrasi dengan nilai transaksi sebesar Rp 2,138 triliun ini, memposisikan Holcim menjadi perusahaan yang lebih besar dalam industri bahan bangunan di Indonesia dengan jangkauan yang lebih luas, jaminan pasokan, dan peningkatan pangsa pasar.
Penunjukkan direksi yang baru dalam RUPSLB tersebut, PT Holcim Indonesia Tbk mengumumkan kelima Direktur baru yang resmi ditunjuk untuk mendukung Gary Schutz sebagai Country CEO yaitu:
1. Mark Schmidt sebagai Finance Director,
2. Marcelo Almeida Castro sebagai Aggregates and Construction Material Director,
3. Ika Tjondrodihardjo sebagai Procurement and Logistics Director,
4. Dhamayanti Suhita sebagai Marketing Director,
5. Raden Ali Permadiono Sumedi sebagai Sales Director
“Selesainya proses integrasi lokal ini merupakan peristiwa yang bersejarah – tidak hanya bagi kedua perusahaan tapi juga bagi industri bahan bangunan di Indonesia secara keseluruhan. Kini, kami memiliki portofolio bisnis lebih lengkap yang menjadi tolok ukur terutama dalam hal riset dan pengembangan produk, solusi, dan layan bernilai tambah bagi para pelanggan kami, mulai dari pemilik rumah hingga proyek-proyek besar. Dengan didukung oleh jajaran direksi baru, tentunya akan semakin memperkuat bisnis kami di dalam persaingan industri semen yang semakin ketat,” ujar Gary.
Dengan integrasi lokal ini, Holcim mendapatkan tambahan kapasitas produksi sebesar 1.6 juta ton semen per tahun dari pabrik di Lhoknga, Aceh sehingga kapasitas total yang dimiliki saat ini mencapai 15 juta ton semen per tahun. PT Holcim Indonesia Tbk akan menjadi badan hukum dan merek perusahaan yang memayungi seluruh kegiatan bisnis Holcim dan Lafarge di Indonesia. Namun, perusahaan akan tetap mempertahankan merek produk-produknya yang ada saat ini seperti “Holcim Semen Serba Guna” dan “Semen Andalas”.
“Sebagai merek semen premium, Holcim Serba Guna dan Semen Andalas, tidak hanya bersaing semata dalam hal harga, namun lebih pada nilai tambah yang menjadi keunggulannya. Kami terus melakukan upaya-upaya untuk memberikan nilai tambah pada produk dan layanan bagi para pelanggan kami terutama dalam hal ketepatan waktu pengiriman dan jaminan pasokan. Belum lagi produk inovatif lain seperti armada Minimix yang dapat melayani kebutuhan perumahan dan solusi perbaikan jalan ultra cepat SpeedCrete,” ungkap Gary.
Sebagai anak perusahaan dari LafargeHolcim Group, Holcim Indonesia melengkapi keberadaan induk perusahaan yang beroperasi 90 negara dengan fokus bisnis pada semen, agregat, dan beton. LafargeHolcim mempekerjakan kurang lebih 115,000 karyawan di seluruh dunia dan total penjualan bersih gabungan sebesar CHF 33 milyar atau EUR 27 milyar pada tahun 2014. LafargeHolcim menaruh komitmen tinggi untuk memberikan solusi-solusi berkelanjutan dan berkontribusi untuk meningkatkan kualitas hidup ditengah arus peningkatan urbanisasi.(win12)