Bank Jatim Catat Kinerja Positif, Fokus Perkuat Digitalisasi dan Ekspansi Bisnis 2025

KANALSATU – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) mencatat kinerja keuangan yang solid hingga September 2025. Di tengah dinamika ekonomi, bank milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini tetap konsisten memperluas skala bisnis dan memperkuat fondasi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa tahun ini perseroan berfokus pada tiga sasaran utama: peningkatan kualitas aset dan liabilitas, pendalaman ekosistem digital, serta ekspansi bisnis berkelanjutan.

“Kami menekankan pertumbuhan bisnis dengan kualitas aset yang baik, penyaluran kredit yang prudent dan selektif, serta peningkatan dana pihak ketiga yang berkelanjutan,” ujar Winardi di Surabaya.

Bank Jatim terus memperdalam ekosistem digital dengan mengintegrasikan layanan keuangan untuk pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam satu platform digital yang mudah, cepat, dan aman.

Selain pertumbuhan organik, Bank Jatim juga mempercepat ekspansi melalui sejumlah aksi korporasi strategis. Sejak akhir 2024, perseroan telah melakukan penyertaan modal kepada sejumlah BPD dalam skema Kelompok Usaha Bank (KUB) dan menerbitkan obligasi untuk memperkuat likuiditas.

Setelah memperoleh restu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk ber-KUB dengan Bank NTB Syariah, Bank Jatim melanjutkan proses serupa dengan empat BPD lain yang telah menandatangani Shareholder Agreement (SHA).

“Pada 30 September 2025, kami telah melakukan penyertaan modal sebesar Rp100 miliar ke Bank NTT. Kami berharap dalam waktu dekat OJK memberikan izin efektif untuk konsolidasi dengan Bank NTT,” jelas Winardi.

Hingga September 2025, kinerja keuangan konsolidasi Bank Jatim menunjukkan tren positif. Total aset mencapai Rp125,1 triliun, naik 17,3% year-on-year (YoY). Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan kredit yang mencapai Rp80,2 triliun atau naik 29% YoY, serta dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp99,3 triliun atau tumbuh 13,5% YoY.

Pendapatan bunga bersih Bank Jatim tercatat Rp5,10 triliun, naik 29,2% YoY, sedangkan laba bersih konsolidasi mencapai Rp1,14 triliun atau tumbuh 23,5% YoY.

“Kami melihat peluang pertumbuhan ekonomi masih terbuka, seiring meningkatnya permintaan kredit. Namun, fokus kami tetap pada kualitas penyaluran kredit dan keberlanjutan bisnis,” tambah Winardi.

Kinerja Bank Jatim juga didukung oleh jaringan konvensional yang luas hingga pelosok Jawa Timur serta platform digital JCONNECT yang terus mencatat peningkatan pengguna dan transaksi.

Untuk memperkuat struktur pendanaan, Bank Jatim pada awal September 2025 menerbitkan Obligasi Berkelanjutan Tahap I senilai Rp2 triliun, terdiri dari dua tenor — 3 tahun dengan kupon 6,4% dan 5 tahun dengan kupon 6,7%. Instrumen ini mendapat sambutan positif dari pasar dengan tingkat permintaan oversubscribe 1,15 kali.

Dengan kinerja yang terus tumbuh dan strategi digital yang matang, Bank Jatim optimistis dapat mempertahankan tren positif hingga akhir tahun dan memperkuat posisinya sebagai BPD terdepan di Indonesia.
(KS-5)

Komentar