Bak Jatim berupaya tingkatkan kredit pertanian

KANALSATU - PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk berupaya meningkatkan penyaluran kredit di sektor pertanin. Tahun ini, melalui skim Kredit Koperasi Primer untuk Anggotanya (KKPA), Bank Jatim mulai menyalurkan kredit untuk petani tebu di seluruh wilayah Jatim. Total kredit yang telah disalurkan untuk petani tebu saat ini sudah mencapai Rp 10 miliar.
"Kami sudah bekerjasama dengan PTPN X dn rencananya juga dengan PTPN XI. Masing-masing Pabrik Gula kan punya kopersi, penyalurannya ini melalui koperasi di PG. Anggota mengajukan ke koperasi, koperasi mengajukan ke PG dan selanjutnya PG akan merekomendsikan ke kantor Cabang Bank Jatim di masing-masing daerah," kata Pimpinan Divisi Kredit agrobis dan Ritel PT Bank Pembanunan DerahJwa Timur, Purboyo Sinugroho di Surabaya, Jumat(18/3/16).
Purboyo Sinugroho menjelaskan penyaluran kredit petani tebu dengan skim KKPA ini diharapkan bisa meminimalisir tingkat kredit macet karena PG yang akan menanggung. Sementr sistem pembayarannya dengan memotong hasil produksi tebu dari tiap-tiap petani yang meminjam.
Hingga saat ini, total kredit yang diajukan oleh petani tebu di sejuumlah PG mencapi Rp 150 miliar. Dari seluruh pengjuan itu, sudah ada sekitar Rp 10 miliar yang telah disalurkan. Untuk bunga kredit yang dipatok, iamengatakan sangat kompetitif. Bunga yang diambil Bank Jatim untuk kredit petanu tebu sebesar 10%, dan koperasi mengambil 2%, sehingga bunga yang dibebankan kepad petani mencapai 12%. Besarn bunga tersebut lebih kecil dibanding kredit Pundi Kencanaa yang mencapai 14%. Kredit Pundi Kencana ini adalah salah satu skim kredit di Bank Jatim yang juga menyalurkan kredit di sektor pertanian.
"Kalau alokasinya tergantung pengajuan, berapapun yang diminta kami siap. Hingga Rp 500 miliar pun ada, tetapi hitungaan kami kemarin total kredit untuk petani tebu baik di PTPN X ataupun PTPN XI hanya mencapi Rp 300 miliar. Dan saat ini rata-rata pengajuan kredit dari tiap PG mencapai Rp 20 miliar hingga Rp 30 miliar," tambahnya.
Melalui upaya tersebut, ia berharap kontribusi kredit sektor pertanian atu agrobis terhadap total kredit yang dikucurkan Bank Jatim akan naik menjadi 12% dari saat ini yang masih dibawa 10%.
Terkait kinerja perusahaan, Pjs. Corporate Secretary PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur mengatakan cukup bagus dan menunjukkan pertumbuhan kinerja yang cukup signifikan. Hal ini tercermin dari laporan keuangan Bank Jatim di periode Februari 2016. Hingga Februari 2016, total aset Bank Jatim mencapai sebesar Rp 45,80 triliun, naik 12,04% dibanding tahun lalu di periode yang sama. Sementara penyaluran kredit mencapai sebesar Rp 27,92 triliun naik 6,92% dan perolehan Dana Pihak Ketiga juga naik menjadi Rp 37,67 triliun atau sekitar 14,85% serta pendapatan bunga sebésar Rp. 788 miliar, naik 12,04%.
"Dari total kredit yang dislurkan, kredit konsumer menjadi kontributor terbesar yang mencapai sebesar Rp. 18,32 triliun, naik 8,40%, diikuti kredit komersial sebesar Rp 5,20 triliun, naik 7,11% dan kredit UMKM sebesar Rp 4,40 triliun, naik 1,00%," terang Hadi.
Lebih jauh ini menjelaskan, dari komposisi diatas, pertumbuhan terbesar pada kredit Konsumer didominasi oleh kredit Multiguna yang mengalami kenaikan 6,83% dengan nilai sebesar Rp 16,05 triliun. Sedangkan pada Kredit UMKM, pertumbuhan terbesar dicatat dari Kredit Mikro yang mengalami kenaikan sebesar 71,65%, dengan total sebesar Rp 529 miliar dan diikuti oleh kredit Pundi Kencana yang mencatatkan kenaikan 35,41% dengan total kredit sebesar Rp. 1,20 triliun.
"Untuk periode Februari 2016, giro menjadi penyumbang angka tertinggi dlm pertumbuhan Dana Pihak Ketiga Bank Jatim, yaitu sebesar Rp. 17,44 triliu atu naik 26,67%, disusul tabungan sebesar Rp.11,18 triliun, naik 16,90% dan deposito sebesar Rp. 9,05 triliun . Deposito mengalaami penurunn 4,42% karena banyak yang diambil untuk dipindhkan ke tabungn. Ada juga yang untuk memuli usaha,"terngnya.
Bank Jatim juga terus memperkuat jaringannya hingga ke pelosok daerah dengan memperbanyak titik layanan. Hingga Februari 2016, jumlah jaringan bankjatim telah mencapai 1.427 titik layanan terdiri dari 1 Kantor Pusat, 45 Kantor Cabang, 165 Cabang Pembantu, 185 Kantor Kas, 97 Kantor layanan Syariah, 171 Payment Point, 65 Kas Mobil, 6 Mobil ATM, 688 ATM dan 2 CDM (Cash Deposit Machine).
Selain itu, dalam rangka memberikan pelayanan terbaik untuk nasabah, Bank Jatim juga telah melakukan beberapa pengembangan dan penerbitan beberapa produk jasa layanan Berbasis Teknologi Informasi terkini diantaranya: Intemet Banking (perorangan dan perusahaan), layanan Jatim Prioritas, dealing room, program SiUMl (Siklus Mikro Kecil), Tabungan Siklus Nelayan (Sinyal) dan Tabungan Siklus Ceria.(win8)