Mossack Fonseca punya klien di Korut dan Suriah

KANALSATU - Hasil investigas menyebutkan bahwa dokumen dari Mossack Fonseca, perusahaan hukum di Panama yang telah dibocorkan oleh sebuah media Jerman akhir pekan lalu, menunjukkan bila perusahaan hukum itu memiliki klien dari Suriah dan Korea Utara, yang dimasukkan ke dalam daftar hitam oleh Departemen Keuangan Amerika Serikat.
Secara khusus Mossack Fonseca mengatakan, mereka mestinya tak membolehkan individu yang punya kaitan dengan Suriah atau Korea Utara memakai layanan mereka.
Namun investigasi BBC memperlihatkan Mossack Fonseca membantu mendirikan perusahaan bagi pejabat Korea Utara, Kim Chol Sam, yang melakukan transaksi jutaan dolar untuk membantu program nuklir negara tersebut.
Lebih dalam Mossack Fonseca juga berperan penting di enam unit bisnis miliarder Suriah, Rami Makhlouf, yang dikenai sanksi Amerika sejak 2008.
Sementara itu Presiden Panama, Juan Carlos Varela, mengatakan pemerintahannya tidak mentolerir sama sekali kegiatan finansial yang melanggar hukum.
Dalam keterangan pers hari Senin (04/04/16), Varela menekankan bahwa dokumen yang dibocorkan terkait hanya ke satu perusahaan hukum dan tidak mengacu secara khusus ke Panama.
Lebih khusus dia mengatakan Panama adalah negara yang terbuka dan ia akan bekerja sama secara aktif bagi setiap penyelidikan yang terkait dengan kasus ini. (bbc/win7)