Pererat Kerja Sama Bisnis, Dubes Selandia Baru Buka Peluang Investasi Hijau di Jawa Timur


KANALSATU – Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Taula, melakukan kunjungan resmi ke Graha Kadin Jawa Timur sebagai bagian dari upayanya memperkuat kerja sama ekonomi dan bisnis antara kedua negara.

Kunjungan ini menjadi momen penting dalam mendorong sinergi baru, khususnya di sektor energi terbarukan, pertanian modern, dan pendidikan vokasi.

Dalam pertemuan tersebut, berbagai potensi kerja sama dieksplorasi—mulai dari ekspor-impor produk, kolaborasi teknologi pertanian, hingga pertukaran pelajar.

“Saya senang bisa kembali ke Indonesia dan melihat perkembangan pesat di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya,” ujar Taula, yang pernah bertugas di Indonesia pada tahun 1999–2002 dan kini kembali memimpin misi diplomatik Selandia Baru sejak Februari 2025.

Dalam dialog bersama Kadin Jatim, Taula menekankan pentingnya menjalin kemitraan di sektor pertanian dan peternakan. Ia menyebut, riset bersama di bidang tersebut bisa mendorong produktivitas dan ketahanan pangan kedua negara.

“Kami melihat peluang besar untuk ekspor produk seperti susu, buah-buahan seperti apel dan kiwi, serta komoditas hortikultura lainnya,” jelasnya. Saat ini, Selandia Baru juga menjadi salah satu pemasok utama susu ke Indonesia, mengingat permintaan domestik yang terus meningkat.

Selain itu, potensi kerja sama di sektor perdagangan furniture dan teknologi ramah lingkungan turut dibahas. “Kami juga terbuka untuk kerja sama di bidang energi hijau dan green industry, yang saat ini menjadi fokus utama pembangunan di Indonesia,” tambahnya.

Tak hanya sektor ekonomi, kunjungan ini juga menyoroti pentingnya kerja sama di bidang pendidikan. Saat ini, sekitar 70 mahasiswa Indonesia menempuh studi di Selandia Baru, terutama di bidang pertanian, dengan dukungan beasiswa.

Dubes Taula mengungkapkan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk memperluas program pertukaran pelajar, kursus singkat, hingga pelatihan vokasional.

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto, menyambut positif peluang ini. “Jawa Timur adalah hub ekonomi strategis untuk 16 provinsi di Indonesia. Kami siap menjalin kerja sama konkret, termasuk di bidang pendidikan vokasi dan teknologi pertanian,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Jawa Timur memiliki kawasan ekonomi khusus (KEK) yang siap mendukung perluasan kerja sama, seperti KEK Halal di Sidoarjo, KEK IT di Singosari, dan kawasan industri JIPEE. “Kami memiliki infrastruktur lengkap, mulai dari pelabuhan, bandara, hingga tol trans Jawa Timur,” paparnya.

Wakil Ketua Komite Tetap Pemberdayaan dan Pengembangan Ekspor Kadin Jatim, Eric Harianto, menyebut bahwa arah pembangunan Indonesia kini fokus pada pangan bergizi, energi terbarukan, dan industri hijau. Selandia Baru dinilai sebagai mitra yang tepat untuk mendorong inovasi di sektor tersebut.

Eric juga menyinggung kerja sama yang sudah dijalin dengan Jepang dalam pengembangan produk halal. “Selandia Baru memiliki potensi besar untuk menjadi mitra dalam pengembangan industri hijau, teknologi ramah lingkungan, dan komoditas berkelanjutan,” pungkasnya. (KS-5)

Komentar