Pakistan sebut Donald Trump bodoh

KANALSATU - Menteri Dalam Negeri Pakistan Chaudhry Nisar Ali Khan melontarkan kecaman keras yang menyebut Donald Trump “bodoh”, Selasa (03/05), setelah bakal calon presiden unggulan partai Republik itu berjanji akan membebaskan dokter yang membantu pelacakan Osama bin Laden jika dia memenangkan pemilu.
Menteri itu mengatakan “pemerintah Pakistan dan bukan Donald Trump” yang akan memutuskan nasib Shakeel Afridi, yang menjalani hukuman lima tahun penjara setelah program vaksinasi palsunya membantu CIA melacak dan membunuh pentolan Al Qaeda tersebut.
Komentar Khan muncul pada Senin malam atas respons terhadap wawancara Trump di Fox News pada Jumat saat taipan itu mengklaim jika dia menjadi presiden dia akan membebaskan Afridi dari penjara “dalam dua menit.”
“Saya akan mengatakan kepada mereka, bebaskan (dia) dan saya yakin mereka akan membebaskan (dia). Karena kami memberikan banyak bantuan kepada Pakistan,” ujar Trump, seraya menambahkan Pakistan “mengambil keuntungan seperti pihak lain.”
Pakistan secara historis merupakan salah satu penerima bantuan Amerika Serikat (AS), menerima 633 juta dolar Amerika (sekitar Rp8,36 triliun) pada 2015 menurut USAID dan miliaran rupiah pada beberapa dekade sebelumnya.
Namun, Khan mengatakan “bantuan” yang diberikan AS kepada negaranya “tidak harus digunakan untuk mengancam atau menggertak kami setelah visi keliru kebijakan luar negeri tuan Trump.”(AFP/Antara/win4)