XL prediksi trafik komunikasi Lebaran naik 40%

KANALSATU - Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (XL) memperkirakan kenaikan terbesar trafik layanan selama Ramadan dan Lebaran akan terjadi pada layanan data hingga mencapai 30%-40%. Sementara untuk trafik layanan percakapan dan SMS cenderung stabil, meski tidak tertutup kemungkinan akan mengalami kenaikan antara 5%-15% dibandingkan kondisi trafik pada hari biasa.
Kenaikan trafik ini terutama akan terjadi di Pulau Jawa. Trafik penggunaan layanan akan mengalami kenaikan karena diperkirakan pelanggan akan lebih aktif menggunakan semua layanan saat Ramadan dan libur panjang Lebaran.
Direktur/Chief Service Management Officer (CSMO) XL, Yessie D. Yosetya memaparkan, meski ini adalah rutinitas setiap tahun, namun ini adalah masa yang krusial di mana puluhan juta pelanggan sangat membutuhkan koneksi dengan kualitas terbaik. "Untuk antisipasi menghadapi masa-masa krusial tersebut, sejumlah langkah persiapan telah kami lakukan,” kata Yessie, seperti yang dikutip dalam Keterangan persnya, Selasa (17/5/16).
Pertama, memperbesar kapasitas jaringan. Kapasitas jaringan XL ditingkatkan hingga 2-3x dari kapasitas sehari-hari. Kedua, mengerahkan mobile BTS. Tidak kurang sebanyak 20 MBTS XL kerahkan dan sebar terutama untuk memperkuat jaringan di lokasi-lokasi yang diprediksi akan menjadi konsentrasi masyarakat, seperti terminal bus, bandara, pelabuhan, stasiun, jalur mudik, tempat belanja, dan lokasi wisata.
Ketiga, menerapkan teknologi NFV. Dengan teknologi jaringan terbaru ini, XL bisa secara mudah dan cepat mengatur kapasitas jaringan disesuaikan dengan kebutuhan di lokasi-lokasi tertentu. Teknologi ini memungkinkan XL untuk menambah atau pun mengurangi kapasitas jaringan secara cepat. Secara fleksibel XL akan segera bisa menyediakan kapasitas jaringan yang dibutuhkan di lokasi-lokasi yang membutuhkan penambahan kapasitas. Dengan demikian, bisa diminimalisir kemungkinan terjadinya kepadatan jaringan di suatu lokasi yang bisa menganggu kualitas layanan.
Keempat, menerapkan teknologi MSC pool dan SGSN in pool untuk 3G secara nasional. Teknologi ini berfungsi untuk menghindarkan lonjakan trafik pada suatu lokasi tertentu dengan menyebarkannya ke jaringan XL lainnya yang tersebar di beberapa titik.
Hal ini memungkinkan karena pada saat-saat seperti masa mudik dan liburan, lonjakan trafik sering terjadi hanya di lokasi-lokasi tertentu, sementara di lokasi lain tersedia jaringan yang tidak padat.
Kelima, menggunakan lebar pita 15 MHz pada spektrum 1800 Mhz untuk layanan 4G LTE. Pada inisiatif yang sudah mulai diterapkan sejak 1 April 2016 lalu ini, secara teknis yang dilakukan XL adalah melakukan refarming spektrum 1800 MHz dari 2G ke LTE, di mana sebelumnya menggunakan lebar pita 10 MHz menjadi 15 MHz untuk 4G LTE di BTS 4G Makro.
Inisiatif menggunakan 15 MHz untuk mendukung layanan 4G LTE ini menjadi urgen mengingat trend masyarakat pengguna layanan Data yang cenderung memanfaatkan aplikasi pengirim pesan untuk berkomunikasi. ”Mereka rata-rata menggunakan aplikasi pengirim pesan dan social media dalam menyampaikan pesan, baik untuk sekadar berkirim kabar, ngobrol, berbisnis, hingga mendukung pekerjaan,” tuturnya.
Vice Presiden Service Operation Managemen XL, I Gede Darmayusa, menambahkan, uji jaringan telah XL lakukan di sebagian besar area yang setiap tahun rutin mengalami kenaikan trafik secara signifikan. Uji jaringan tersebut sekaligus menjadi saranaXL mengidentifikasi kendala apa saja yang ada untuk dilakukan perbaikan. ”Targetnya, memasuki Ramadan, jaringan XL sudah sepenuhnya siap melayani kebutuhan pelanggan, termasuk jika terjadi lonjakan trafik,” kata Gede.
Melayani lebih dari 42 juta pelanggan, saat ini jaringan XL di seluruh Indonesia diperkuat dengan lebih dari 59.000 BTS (Base Transceiver Station, 2G/3G/4G), juga jaringan backbone fiber optic sepanjang lebih dari 40 ribu km yang membentang di sepanjang pulau Jawa dan tersambung melalui jaringan kabel bawah laut ke Bali-Lombok, Sumatera, Batam, Kalimantan, dan Sulawesi.(win8)