Kuba tolak bergabung dengan blok regional OAS
Blok negara-negara benua Amerika, terkait solidaritas atas Venezuela

KANALSATU - Sebuah kebijakan radikal ditempuh oleh Pemerintah Kuba terkait keterlibatan negaranya dalam blok regionalisme negara-negara benua Amerika.
Secara khusus Presiden Kuba Raul Castro mengatakan negara itu tidak akan bergabung kembali dengan Organisasi Negara-negara Amerika (OAS) untuk menunjukkan solidaritas bagi Venezuela.
Sekretaris Jenderal OAS Luis Almargo sebelumnya telah menyerukan sanksi terhadap Venezuela.
Pada pertemuan puncak negara-negara Karibia di Havana, Castro menyebut OAS sebagai 'instrumen dari dominasi imperialis.'
Sementara itu, mantan Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero telah bertemu dengan pemimpin oposisi Venezuela yang dipenjara, Leopoldo Lopez.
Ini merupakan kunjungan pertama terhadap Leopoldo Lopez yang dilakukan selain anggota keluarga atau pengacara sejak tokoh berusia 45 tahun itu dijatuhi hukuman 14 tahun penjara tahun lalu karena dinyatakan bersalah untuk pidana menghasut kekerasan.
Pendukungnya bersikeras dia tidak bersalah dan mengatakan ia dipenjara dengan tuduhan dibuat-buat dan bermotif politik.
Pertemuan di penjara militer Ramo Verde di luar Caracas berlangsung sekitar 90 menit, menurut Adriana Lopez, saudara perempuan pemimpin oposisi itu.
Zapatero sedang berusaha melakukan penengahan antara oposisi dan pemerintah dalam krisis politik yang makin memburuk di Venezeula.
Pemerintah Kuba dikeluarkan dari OAS pada 1962 tetapi mencairnya hubungan dengan AS baru-baru ini, mengisyaratkan akan bergabungnya kembali negara pulau itu.
Tapi Castro ternyata mengesampingkan kemungkinan itu, dan justru menyampaikan "solidaritas kami yang paling kuat untuk saudara-saudara kami rakyat Venezuela, untuk pemerintah yang sah dari Presiden Nicolas Maduro."
Maduro mengalami perselisihan dengan OAS terkait tuntutan oposisi di Venezuela untuk dilakukannya referendum.
Sekjen OAS, Luis Almargo mengatakan awal pekan ini bahwa "krisis kelembagaan di Venezuela menuntut pihak eksekutif untuk melakukan langkah-langkah perubahan segera."
Dia meminta dilangsungkannya pertemuan darurat OAS, untuk menjadi ajang negara-negara anggota memutuskan apakah akan menerapkan Piagam Demokratis Inter-Amerika, yang dapat membekukan keanggotaan Venezuela dari organisasi regional itu. (bbc/win7)