“PT GTS jangan kirim badut pimpin pertandingan ISC B”

KANALSATU – Carut marut tata kelola sepakbola nasional masih terus berlanjut, banyak ketimpangan yang terjadi. Impian untuk mewujudkan sepakbola nasional yang bersih dari praktik-praktik kotor ditengarai masih ada saja. Kepemimpinan wasit untuk memimpin pertandingan dengan menjunjung tinggi keadilan masih belum bisa terwujud dengan baik, berat sebelah masih saja dirasakan oleh tim tamu yang bertandang atau melawat ke tim lain.
Nah, hal ini dialami oleh tim LAGA FC saat melawat ke Persik Kediri, Sabtu (4/6/16) di stadion Brawijaya, Kediri. Atas dugaan kepemimpinan wasit yang dianggap berat sebelah, LAGA FC kembali menerima pil pahit kali ini pulang dengan kepala tertunduk akibat kalah 0-2.
Menurut Uston Nawawi, pelatih LAGA FC bahwa timnya tak layak kalah. Bahkan jika dilihat dari penguasaan bola dan peluang yang terjadi, seharusnya timnya menang. Sayang beberapa kali keputusan wasit sangat merugikan timnya, sehingga gagal menang. “Seharusnya kami bisa membawa poin penuh atau seri, wasit merugikan kami. Sebuah pelanggaran berbuah pinalti terhadap pemain kami luput dari pengamatan wasit,” jelasnya.
Sementara itu sekretaris tim LAGA FC, Arief Syaifudin langsung melayangkan surat protes ke operator liga dalan hal ini PT Gelora Trisula Semesta no 025/EKS-LAGA/VI/2016, Senin (6/5/16). Menurutnya, operator liga kurang berani menempatkan wasit-wasit yang kompeten dan menjunjunng tinggi sikap fair play, akibatnya yang terjadi dilapangan mereka (wasit) tidak maksimal dalam menerapkan peraturan pertandingan.
“Kami berharap kepada PT GTS agar mengirimkan wasit yang berani dan memahami regulasi pertandingan dengan baik. Kedepan, pihak operator tidak mengirim "badut-badut" untuk memimpin pertandingan sepakbola karena itu tidak sesuai dengan tata kelola sepakbola yang baik seperti yang diharapkan bersama,” cetusnya.
Seperti diketahui bahwa tim LAGA FC kalah 0-2 saat melawat ke kandang Persik Kediri dalam laga lajutan grup VI Indonesia Soccer Championship 2016. Gol kemenangan Persik Kediri diciptakan Agung Suprayogi pada menit ke-42 dan penalti Oktavianus di babak kedua. Pertandingan sempat diwarnai aksi mogok pemain Laga FC selama 30 menit di pertengahan babak kedua ketika wasit memberikan penalti kepada tuan rumah pada menit ke-66.
Laga FC menilai pemberian penalti tersebut janggal karena saat memutuskan pelanggaran atau handsball posisi wasit jauh dari kotak penalti. Tim LAGA FC juga mempertanyakan kinerja wasit yang tak memberikan tendangan pinalti saat pemainnya Ahmad Indra Pattikuppa dihajar Bima Ragil, gelandang Persik di kotak pinalti. Merasa tak diuntunngkan dan dikerjai wasit, Laga FC pun menarik semua pemainnya keluar dan mogok bertanding.
Setelah aksi mogok berlangsung sekitar 30 menit, pertandingan dilanjutkan dan pinalti tetap diberikan untuk tuan rumah dan sepakan Oktavianus gagal dibendung kiper M Irfan, gol, skor berubah menjadi 2-0 untuk skuad Kas Hartadi sampai berakhirnya babak kedua.(win12)