Telenor garap proyek 4G senilai Rp5,27 triliun

KANALSATU - Pakistan memberikan kontrak lisensi 4G senilai 395 juta dolar Amerika (sekitar Rp5,27 triliun) kepada perusahaan raksasa telekomunikasi Telenor Norwegia, saat pihaknya berupaya memanfaatkan pasar seluler domestik yang melonjak sekiat dua tahun sejak jaringan Internet broadband masuk ke negara tersebut.
Pada 2014, Pakistan melelang lisensi broadband 4G pertamanya kepada Zong Tiongkok senilai 210 juta dolar Amerika (sekitar Rp), bersama lisensi 3G kepada Zong, Warid Uni Emirat Arab (UEA), dan Mobilink Pakistan. Total yang dikumpulkan dalam lelang itu sebesar 1,2 miliar dolar Amerika (sekitar Rp16,01 triliun).
Pengiriman ponsel selama kuartal pertama 2015 ke negara tersebut melonjak 123 persen, menurut laporan tahunan Pakistan Telecommunication Authority, salah satu perusahaan dengan tingkat pertumbuhan paling pesat di negara berkembang.
Sejak saat itu penggunaan broadband melonjak, dengan jumlah pengguna meningkat sekitar 29 juta dari hanya 1,9 juta – persentase lebih tinggi dibanding India, Nepal dan Bangladesh.
Telecom Authority (PTA) milik pemerintah Pakistan sudah melelang lisensi itu kepada perusahaan telekomunikasi setempat dan internasional, dengan Telenor memenangkan tendernya.(AFP/ant)