PT Lamicitra pesimis penjualan property bisa meningkat

Hotel Tunjungan, salah satu properti PT Lamicitra

KANALSATU - Masih belum membaiknya kondisi perekonomian nasional dinilai sangat berdampak pada bisnis di sektor property. Hal ini seperti yang diakui PT Lamicitra Nusantara Tbk yang pesimistis bisa meraup penjualan sama dengan tahun 2015 lalu. 

Direktur PT Lamicitra Nusantara Tbk, Priyo Setya Budi mengatakan, sektor-sektor yang menjadi andalan perseroan sangat berkaitan dengan kondisi perekonomian, baik yang terkait dengan perdagangan, daya beli konsumen, maupun manufaktur.

"Tahun ini kita menargetkan penjualan sebesar Rp 100 miliar. Diakui bahwa target ini bukan optimis tapi memang realitanya kondisi ekonomi saat ini masih belum menunjukkan tren membaik," kata Priyo Setya Budi, Jumat malam (25/6/16).

Priyo menjelaskan Apabila melihat pada kinerja perseroan tahun 2015, target tersebut jauh mengalami penurunan. Pasalnya, sepajang tahun 2015 penjualan dan pendapatan perseroan mencapai Rp 255,9 miliar atau melonjak 96% dibanding realisasi tahun 2014 yang sebesar Rp 130,4 miliar.

Peningkatan tersebut ditopang oleh pendapatan di sektor sewa dan jasa pelayanan yang naik 9,5% menjadi Rp 74,6 miliar, pendapatan jasa depo peti kemas melonjak 82,2% menjadi Rp 3,3 miliar, sektor real estat naik 450,6% menjadi Rp 152,2 miliar. Hanya jasa perhotelan yang turun 19,2% menjadi Rp 25,6 miliar di tahun 2015.

Kinerja positif juga terlihat dari pencapaian laba komperehensif yang dapat diatribusikan kepada entitas induk di tahun 2015 yang sebesar Rp 154,5 miliar atau naik 302% dibanding pencapaian tahun 2014 sebesar Rp 38,4 miliar. Sedang laba komperehensif yang dapat diatribusikan kepada kepentingan non pengendali juga naik dari Rp 4,6 miliar pada 2014 menjadi Rp 57,2 miliar di tahun 2015.

Sementara sepanjang kuartal I tahun 2016, perseroan membukukan penjualan dan pendapatan sebesar Rp 30 miliar. "Untuk tahun ini kita mengandalkan penjualan dari proyek apartemen di Darmo Hill, Surabaya yang kemungkinan akan dimulai pembangunannya pada kuartal III tahun 2016. Selebihnya adalah pendapatan eksisting perseroan seperti service charge pusat perbelanjaan dan perdagangan, kawasan industri, dan perhotelan," ujar Priyo.

Sekadar diketahui, PT Lamicitra Nusantara Tbk saat ini memiliki beberapa sektor usaha, antara lain pengelola Kawasan Industri Berikat dan depo peti kemas di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, pusat grosir PGS dan Jembatan Merah Plasa (JMP) Surabaya, Hotel Tunjungan Surabaya, dan Tunjungan Electronic Center (TEC).(win8)

Komentar