Holcim perbesar pasar ekspor

KANALSATU - Kondisi pasar semen di Indonesia dinilai belum stabil. Salah satu pemain di industri ini, PT Holcim Indonesia, Tbk pada tahun ini meningkatkan ekspornya hingga dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.

”Kondisi pasar semen di Indonesia saat ini mengalami over suplay yang sangat signifikan. Dengan demand hanya 64-65 juta metric ton (mt), kapasitas terpasang industri semen tanah air mencapai 100 juta ton. Karena itu kami saat ini mengincar negara-negara tujuan ekspor yang baru seperti Bangladesh, Srilanka dan Afrika Selatan,” kata Direktur Penjualan PT Holcim Indonesia Tbk, Dion Sumedi saat di Surabaya, Selasa (28/6/16). Sebelumnya, produk Holcim sudah masuk ke Australia.

Ia menuturkan, pada tahun 2014 ekspor Holcim tercatat sebesar 159 mt, kemudian meningkat pesat menjadi 458 mt di tahun 2015. Sedangkan hingga Q1 2016, ekspor Holcim sudah mencapai 132 mt dan diperkirakan secara keseluruhan di tahun ini ekspor Holcim bisa menembus hingga dua kali lipat dibandingkan pencapaian tahun lalu.

Meskipun di negara-negara tersebut peluang pasar terbilang menjanjikan, namun Holcim tidak bermain sendiri. Dikatakan Dion, produsen semen dari negara lainnya seperti Vietnam dan China juga memperbesar ekspornya karena di dua negara tersebut juga mengalami kelebihan pasokan semen. ”Apalagi harga semen dari kedua negara tersebut lebih murah. Ini tentu menjadi tantangan bagi kami,” ujarnya.

Meskipun serius menggarap pasar ekspor, namun Holcim juga tidak melepaskan pasar di dalam negeri begitu saja. Apalagi setelah selesainya proses akuisisi PT Lafarge Cement Indonesia pada Bulan Februari 2016 semakin memperluas kehadiran Holcim Indonesia di wilayah Sumatera.

Diharapkan, rencana pemerintah terutama di bidang infrastruktur segera terealisasi tepat waktu di tahun. Pertumbuhan infrastruktur serta pembangunan kawasan perumahan guna mencapai target pertumbuhan ekonomi sangat penting agar Indonesia lebih siap dan mampu bersaing menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sementara itu di Jawa Timur, dalam kondisi perekonomian yang masih melambat, Holcim mampu meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sehingga mencapai pangsa pasar sebesar 10%. Kunci sukses Holcim adalah pelaksanaan program loyalitas toko bangunan yang disebut Jelajah Holcim, serta diikuti dengan pengaplikasian teknologi berbasis internet untuk wiraniaga di lapangan yang memungkinkan mereka lebih mengerti situasi pasar dan keinginan pelanggan secara tepat dan akurat.

Secara keseluruhan, kebutuhan semen di area Jatim naik sebesar 9% hingga Mei 2016. Agar dapatt menopang ketersediaan semen guna memenuhi permintaan pasar dan meningkatnya pembangunan di Jatim, Holcim bermitra dengan lebih dari 3.500 toko bangunan yang tersebar di berbagai tempat dengan pasokan antara 35.000 sampai 50.000 ton per bulan.(win8)

 

Komentar