AS sumbang Rp6,67 triliun untuk Green Climate Fund

KANALSATU - Pemerintahan Barack Obama, Selasa (17/01), mengumumkan kontribusi setengah miliar dolar Amerika (sekitar Rp6,67 triliun) kepada lembaga pendanaan untuk perubahan iklim Green Climate Fund (GCF) PBB, tiga hari sebelum Donald Trump mengambil alih Gedung Putih.

Pembayaran senilai 500 juta dolar Amerika (sekitar Rp6,67 triliun) tersebut, yang diumumkan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri John Kirby dalam sebuah pernyataan, adalah yang kedua dari AS untuk membantu GCF PBB, yang bertujuan untuk mengurangi dampak perubahan iklim di beberapa negara termiskin di dunia.

Kesepakatan Paris yang dicapai pada akhir 2015 dianggap sebagai salah satu keberhasilan Obama.

Pemerintahan Obama mengumumkan pada 2014 - setahun sebelum kesepakatan COP 21 diterapkan - janji sebesar tiga miliar dolar Amerika (sekitar Rp40 triliun) untuk dana tersebut.

Trump mengatakan selama kampanyenya bahwa pemanasan global direkayasa oleh Tiongkok, dan berjanji akan membatalkan komitmen AS untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

Rex Tillerson, mantan kepala ExxonMobil dan calon pilihan Trump untuk menduduki posisi menteri luar negeri, pekan lalu mengatakan dirinya ingin AS “tetap bertahan” sehubungan isu pemanasan global.

“Tidak ada satu pun negara yang akan dapat mengatasi masalah ini sendirian,” katanya dalam sidang konfirmasinya di Senat.(AFP/Antara)

 

Komentar