Korea Utara dikaitkan dengan serangan siber global

KANALSATU - Para peneliti keamanan yang menyelidiki serangan siber besar-besaran yang memicu kekacauan di sistem komputer di seluruh dunia sudah melaporkan tanda-tanda kemungkinan adanya keterkaitan dengan Korea Utara, tetapi badan kepolisian lintas batas Eropa mengatakan pada Selasa (16/05) bahwa "terlalu dini" untuk menarik sebuah koneksi.
Setelah berhari-hari mengalami gangguan yang memengaruhi jaringan di seluruh dunia, seorang pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) mengatakan jumlah komputer yang terkena dampak serangan itu mencapai 300 ribu, tetapi tingkat penyebarannya melambat.
Dalam petunjuk pertama tentang asal serangan ransomware besar tersebut, periset Google Neel Mehta memposting kode komputer yang menunjukkan kesamaan antara malware "WannaCry" dan upaya peretasan luas yang dikaitkan dengan Pyongyang.
Kode yang digunakan dalam serangan terbaru itu memiliki banyak kesamaan dengan peretasan sebelumnya yang dituduhkan kepada Korea Utara, termasuk menargetkan Sony Pictures, kata Simon Choi, direktur perusahaan keamanan internet Hauri dari Seoul.
"Saya melihat tanda-tanda tahun lalu bahwa Korea Utara sedang mempersiapkan serangan ransomware atau bahkan sudah mulai melakukannya, menargetkan beberapa perusahaan Korea Selatan," katanya kepada AFP.
Terisolasi, Korea Utara yang memiliki senjata nuklir diketahui mengerahkan ribuah peretas yang beroperasi di negara tersebut, dan tampaknya Tiongkok, dan disalahkan atas sejumlah serangan siber besar.
Namun, badan polisi Europol mengatakan pada Selasa bahwa proses investigasi sedang berlangsung, sambil memperingatkan agar tidak terburu-buru membuat kesimpulan.(AFP/Ant/ks-4)