Venezuela di ambang bencana usai pemilu

KANALSATU - Menteri Luar Negeri Inggris Boris Johnson memperingatkan bahwa Venezuela “berada di ambang bencana” menyusul pemilihan berdarah yang memberikan kekuasaan lebih besar kepada Presiden Nicolas Maduro, Senin (31/07).
“Venezeuala berada di ambang bencana dan pemerintah Maduro harus berhenti sebelum terlambat.
“Negara mengabaikan hukum -- lebih dari 100 orang sudah tewas -- dan demokrasi serta hak asasi terancam,” kata Johnson dalam sebuah pernyataan.
Reaksi Inggris muncul sehari setelah pemilihan “Majelis Konstituante” Venezuela yang bertugas menggantikan badan legislatif negara tersebut, Majelis Nasional, yang dikuasai oposisi.
Gerakan itu memberikan hampir kekuasaan mutlak kepada Partai Sosialis Maduro dan disebut “meragukan” oleh Johnson.
Sebanyak 10 orang tewas saat pemilihan berlangsung pada Minggu, termasuk dua remaja, sementara lebih dari 120 orang tercatat tewas dalam demonstrasi empat bulan untuk menentang presiden tersebut.
Menteri luar negeri Inggris itu mengatakan bahwa pemilihan tersebut memperdalam masalah dan meningkatkan ketegangan.
“Sudah saatnya pemerintah membuka mata dan mulai bekerja sama dengan oposisi mengenai cara untuk menyatukan kembali rakyat Venezuela,” imbuhnya.(AFP/Antara)