Jepang dan China akui tidak deteksi radiasi nuklir Korut

KANALSATU - Jepang dan Tiongkok mengungkapkan bahwa kedua negara tidak mendeteksi adanya radiasi atmosfer dari uji coba nuklir Korea Utara, Senin (04/09), di tengah kekhawatiran mengenai potensi kebocoran dalam uji coba bawah tanah.

Juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga menuturkan kepada awak media bahwa tidak ada hal luar biasa yang terdeteksi dari pos-pos pemantauan di seluruh Jepang maupun dari sampel udara yang dikumpulkan oleh militer negara itu menyusul ledakan pada Minggu.

Kementerian Lingkungan Hidup Tiongkok menyatakan tingkat radiasi dekat perbatasan dengan Korea Utara juga normal.

“Hasil pemantauan mempertegas bahwa uji coba nuklir Korea Utara hingga saat ini tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan negara kami maupun masyarakat,” menurut pernyataan kementerian di situs resminya.

Menteri Pertahanan Jepang Itsunori Onodera mengatakan pada Minggu bahwa Tokyo mengerahkan pesawat yang mampu mendeteksi partikel radioaktif.

Kekhawatiran mengenai kebocoran dalam ledakan bom hidrogen Korea Utara muncul setelah badan pemantau Tiongkok mendeteksi gempa susulan usai gempa pertama yang dipicu oleh ledakan.

Badan pemantau Tiongkok mengatakan gempa susulan dengan kekuatan 4,6 skala Richter kemungkinan merupakan akibat runtuhnya bebatuan di bawah tanah yang menjadi lokasi ledakan bom.

Ledakan kal ini jauh lebih besar dari uji coba sebelumnya dan dirasakan oleh warga di sejumlah kota di Tiongkok yang berjarak ratusan kilometer dari perbatasan dengan Korea Utara.((AFP/Antara/ks)

Komentar