Pendiri Huawei: AS Tidak Akan Bisa Hancurkan Kami

Meng Wanzhou dan Ayahnya Ren Zhengfei (cr: oneplusnews.com)

KANALSATU – Menanggapi penangkapan Chief Financial Officer (CFO) Huawei Meng Wanzhou oleh pihak AS, pendiri sekaligus CEO Huawei sekaligus ayah dari Meng Wanzhou, Ren Zhengfei menyatakan bahwa tindakan AS itu disertai motivasi politik dibalik penahanan anaknya.

Seperti diketahui Meng Wanzhou telah ditangkap oleh pihak Kanada melalui permintaan AS pada 1 Desember tahun lalu. Dalam penangkapan ini pihak AS menuntut Meng dan juga perusahaannya Huawei dengan 23 tuduhan diantaranya pencucian uang, penipuan bank, dan pencurian data-data rahasia dari perusahaan raksasa telekomunikasi AS, T-Mobile.

Dalam 23 tuduhan tersebut tercatat pula bahwa Huawei dicurigai bekerjasama dengan perusahaan Skycom, yang terindikasi masih merupakan anak perusahaan Huawei, untuk menghindari sanksi terhadap Iran dalam kurun waktu dari 2009-2014.

Namun Ren Zhengfei menyatakan, seperti diberitakan BBC, bahwa penangkapan anaknya oleh pihak AS itu murni karena alasan politik dimana AS mengindikasikan China melalui Skycom-Huawei tidak mengindahkan sanksi dagang yang diberlakukan AS terhadap Iran dan tetap melakukan hubungan dagang dengan Iran.

“Pertama, saya tidak setuju dengan apa yang dilakukan pihak AS mengingat hal ini saya rasa didasari dengan motivasi politik yang sangat besar. Kami keberatan dengan hal ini, namun karena sudah terjadi maka biarkan pihak pengadilan yang akan menyelesaikan hal ini.” Tutur Ren Zhengfei kepada BBC pada 18/2.

"Amerika Serikat tidak akan pernah bisa menghancurkan kami. Apalagi dengan cara-cara seperti ini. Seluruh duniapun tidak akan bisa mengacuhkan kami karena kami dan teknologi yang dimiliki Huawei saat ini masih menjadi yang terdepan di dunia. Meski pihak AS meminta banyak negara untuk berhenti menggunakan produk kami, kami tetap akan bisa menyesuaikan strategi untuk terus menjadi yang terdepan di dunia teknologi dunia." tutup Ren Zhengfei

Sidang pengadilan pertama rencananya akan digelar di Kanada pada Maret mendatang. (FA)

Komentar