Karyawan SGN Tandatangani Pakta Integritas Anti Narkoba

 

KANALSATU - Komitmen PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak perusahaan PTPN Group menunjukkan komitmennya melawan narkoba. Hal ini diwujudkan dengan ditandatanganinya Pakta Integritas antinarkoba oleh seluruh karyawan dan dilanjutkan dengan Sosialisasi Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, Psikotropika & Zat Adiktif oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya Rabu (1/11/2023) di Surabaya.

"Bahaya narkoba sangat dekat dengan lingkungan kita, sehingga perlu meningkatkan kewaspadaan. Untuk itu SGN berkomitmen berperang melawan narkoba, salah satunya diwujudkan dengan penandatangangan komitmen bersama dan Pakta integritas oleh karyawan,” terang Senior Executive Vice President Business Support SGN Bambang Eko Prasetyo.

Upaya melawan narkoba juga sebagai langkah SGN dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas di tahun 2045. Efek negatif dari penyalahgunaan narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya berpengaruh terhadap kualitas generasi bangsa selanjutnya, sehingga sedini mungkin dilakukan langkah pencegahan.

"Efek negatif dari penyalahgunaan narkoba, psikotropika dan zat adiktif lainnya cukup besar terhadap kualitas generasi bangsa. Karena itu manajemen menggandeng BNN Surabaya untuk melakukan sosialisasi di lingkup SGN. Kami berkomitmen mendukung terwujudnya Indonesia Emas dengan mencetak generasi yang berkualitas,” jelas Bambang selanjutnya.

Pihak BNN menyebut penyalahgunaan narkoba telah terbukti merusak masa depan bangsa di berbagai negara, termasuk Indonesia. Oleh karena itu perlu dukungan semua pihak, baik dari masyarakat hingga pemerintah, untuk terus melakukan kampanye pencegahan penyalahgunaan narkotika.

"Hak dan kewajiban masyarakat untuk turut melakukan pencegahan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika atau P4GN, salah satunya seperti yang dilakukan oleh SGN hari ini,” ujar Kasubag Umum BNN Kota Surabaya Agus Khoirul Huda.

Gerakan penanggulangan penyalahgunaan narkoba memerlukan upaya yang terpadu dan komprenhensif. Untuk itu metode yang paling efektif dan mendasar adalah metode promotif dan preventif.

“Upaya yang paling praktis serta nyata adalah represif dan upaya yang manusiawi adalah kuratif serta rehabilitative," terangnya.

Sosialisasi tidak hanya dilakukan di RO Surabaya, bahkan sudah dilakukan di semua unit kerja SGN, yaitu 36 pabrik gula yang tersebar di enam provinsi Indonesia. (KS-5)

Komentar