Di Hari Pahlawan, Pemprov Jatim Bagikan Tali Asih dan Souvenir Untuk 121 Keluarga Pejuang, Perintis Kemerdekaan, dan Janda Perintis Kemerdekaan

KANALSATU - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membagikan tali asih dan souvenir untuk 121 keluarga pejuang, perintis kemerdekaan dan janda perintis kemerdekaan.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan tali asih dan souvenir tersebut secara simbolis kepada tiga perwakilan keluarga pejuang, perintis kemerdekaan dan janda perintis kemerdekaan saat Ramah Tamah di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan No. 110 Surabaya, Jumat (10/11/2023).
Menurut Wagub Emil, pemberian tali asih dan souvenir ini merupakan suatu bentuk mensyukuri kehadiran para pahlawan di masa perjuangan. Teriring pula rasa terima kasih, rasa bangga, serta doa tulus kepada keluarga pejuang, perintis kemerdekaan, dan janda perintis lemerdekaan untuk terus menginspirasi generasi muda bangsa.
“Kami tahu para pahlawan dahulu memperjuangkan kemerdekaan tanpa mengharap imbalan apapun. Namun ini adalah cara kita untuk mensyukuri bahwa kehadiran para pahlawan di masa perjuangan merupakan anugrah dari Allah SWT,” katanya dalam sambutannya.
Wagub Emil lantas mengenang betapa hebatnya perjuangan dan keikhlasan para pahlawan di masa lampau. Tidak ada jaminan bahwa mereka akan menang melawan penjajah, namun para pejuang terus melawan merebut kemerdekaan Indonesia.
“Pertanyaannya apakah generasi muda sekarang bisa seikhlas para pahlawan di masa lampau untuk memajukan Indonesia?”
Ia juga berpesan bila para pahlawan dahulu berjuang melawan penjajah, maka generasi muda saat ini perjuangannya melawan zona nyaman serta terus mengembangkan kualitas diri. Sebab kualitas SDM merupakan suatu modal penting untuk memajukan Indonesia.
“Sejatinya Bangsa Indonesia memiliki keunggulan komparatif yakni fakta sejarah bahwa kita meraih kemerdekaan melalui perjuangan melawan penjajah. Tidak banyak negara yang mendapatkan kemerdekaan melalui perjuangannya sendiri. Ada yang merdeka melalui pemberian dan negosiasi, ada juga yang sedari awal merdeka atau bahkan justru menjajah negara lain,” jelasnya.
Sudah sepatutnya keunggulan komparatif ini menjadi pelecut semangat untuk membangun Indonesia menjadi lebih adil, makmur, dan sejahtera.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Restu Novi Widiani dalam laporannya menyampaikan sebanyak 32 perwakilan Keluarga Pejuang, Perintis Kemerdekaan, dan Janda Perintis Kemerdekaan hadir dalam acara ramah tamah ini. Sedangkan 89 sisanya berhalangan hadir.
Meski demikian, 89 Keluarga Pejuang, Perintis Kemerdekaan, dan Janda Perintis Kemerdekaan tetap mendapatkan tali asih dan souvenir.
“Segera setelah ini tim dari Dinsos akan mengantarkan tali asih dan souvenir tersebut ke rumah Keluarga Pejuang, Perintis Kemerdekaan, dan Janda Perintis Kemerdekaan yang berhalangan hadir kali ini,” ujarnya.
Salah satu keluarga pejuang yang hadir dalam ramah tamah tersebut ialah Bambang Sulistomo. Ia yang merupakan putra Bung Tomo menyampaikan rasa bahagia dan bangganya karena pejuang beserta keluarga masih diberi kehormatan seperti saat ini.
"Terus terang kami tidak perlu apa-apa. Karena banyak pejuang yang gugur tanpa diketahui identitasnya. Pejuang ini ikhlas tanpa pamrih," katanya
Kemudian ia mengatakan bahwa pejuang ingin negara makmur dan adil. "Hal-hal ini adalah keinginan para pejuang. Nilai-nilai keadilan harus ditegakkan bersama, agar bangsa tetap bersatu," ucapnya
Sementara itu, mewakili perintis kemerdekaan RI yang hadir Hendrik Adolf Leonard Unwaru menyampaikan pesan bahwa para generasi muda tidak boleh hanya menikmati kemerdekaan yang sudah didapatkan sekarang.
"Semua harus bersiap. Karena kedepan, tantangan yang akan dihadapi bangsa ini akan semakin sulit. Kita tidak boleh mudah menyerah dan putus asa. Harus tetap semangat dan mempertahankan kemerdekaan kita ini," pesannya. (KS-9)