Aafiyah Herbal Jangkau Konsumen Melalui Pengobat Tradisional

KANALSATU – Penderita penyakit degeneratif di Indonesia semakin meningkat. Jika dulunya penyakit-penyakit ini banyak diderita mereka yang sudah berusia lanjut, sekarang justru banyak menyerang mereka yang masih di usia produktif.
”Kami meluncurkan enam produk untuk penyakit-penyakit degeneratif seperti kolesterol, hipertensi, asam urat, diabetes, maag serta kanker,” kata Product Director Aafiyah Herbal, Ray Asmoro ketika ditemui di kantornya di Wringin Anom, Gresik, Sabtu (11/11/2023).
Ia membeberkan fakta bahwa 35 persen penduduk Indonesia mengalami kolesterol tinggi. Kemudian lebih dari 65 juta penduduk Indonesia terdiagnosis hipertensi. Selain itu Indonesia merupakan negara peringkat kelima pengidap diabet di dunia.
”Dan sekarang penderitanya semakin muda. Padahal dulu penyakit-penyakit itu umumnya diderita mereka yang usianya sudah 40 tahun ke atas,” ujarnya.
Untuk pemasaran produk barunya ini Aafiyah Herbal mengandalkan reseller yang sudah tersebar di seluruh Jawa Timur, kecuali Madura dan beberapa daerah lain seperti Depok, Banten, dan Kalimantan Timur. Selain itu ada pula reseller di Taiwan dan Korea.
Ray memaparkan, reseller umumnya dari para pengobat tradisional seperti akupuntur, bekam, fasdu, dan lain-lain. Selain itu pihaknya juga menggandeng majelis pengajian. Penjualan melalui reseller dipilih agar barang bisa langsung ke tangan konsumen.
Menurutnya, kesadaran konsumen Indonesia untuk mengonsumsi obat tradisional semakin meningkat sejak pandemi Covid-19. Karena itu Ia yakin produk yang baru diluncurkan bisa diterima pasar karena potensi pasarnya sangat besar.
Mengenai persaingan dengan kompetitor Ray mengatakan pihaknya sangat optimistis produknya bisa diterima pasar karena memiliki sejumlah keunggulan. Yang pertama tentunya produk ini sudah 100 persen herbal dan terdaftar di BPOM RI serta tersertifikat halal.
Keunggulan lainnya yaitu sudah tersertifikais CPOTB (Cara Pengolahan Obat Tradisional yang Baik) dari BPOM. Data dari Kementerian Perindustrian menunjukkan, dari 1.200 pabrik obat tradisional Indonesia, tidak lebih dari 50 yang sudah tersertifikasi CPOTB. Yang terakhir, Aafiyah Herbal telah memenuhi standar HACCP yang merupakan standar keamanan pangan bagi produk ekspor. (KS-5)