Target Produksi Gula Naik 30 Persen, PT SGN Optimis Tercapai

 

KANALSATU - Target produksi gula PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) tahun 2024 sebesar 978 ribu ton dapat diraih. Jumlah tersebut meningkat 30 persen dibanding realisasi tahun sebelumnya yang sebesar 752 ribu ton.

Direktur Utama SGN Mahmudi optimistis target tersebut tercapai karena telah menjalankan sejumlah inisiatif strategis.

”Beberapa program inisiatif strategis telah diaplikasikan di antaranya operational excellent, klasterisasi, dan penguatan tebu rakyat,” kata Mahmudi seusai memberikan paparan pada Focus Discussion Group (FGD) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Jumat (21/6/2024) di Yogyakarta.

Hingga pertengahan Juni ini, anak perusahaan PTPN III (Persero) Holding Perkebunan yang bergerak di komoditas gula ini telah memproduksi sebanyak 90ribu ton Gula Kristal Putih (GKP) dengan kualitas SNI.

"Medio Juni ini 27 Pabrik Gula SGN sudah memulai giling tebu. Satu telah selesai yakni PG Kwala Madu di Sumatera Utara. Tebu tergiling sebesar 1,6 juta ton dan gula produksi sebanyak 90ribu ton GKP dengan kualitas SNI,” ungkap Mahmudi.

Dalam waktu dekat menyusul PG Meritjan dan PG Lestari di Jawa Timur serta PG Takalar dan PG Camming di Sulawesi Selatan akan mulai giling.

"Produksi kami perbulan mencapai 200ribu ton gula, optimis target tercapai. Komitmen SGN, menggiling tebu petani dan memenuhi kebutuhan gula masyarakat dengan menjaga efisiensi dan performa pabrik,” jelasnya.

 

Kinerja Giling PG dan Harga Gula Saat Ini Menguntungkan Petani

Terpisah, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) Wilayah Kerja PG Rendeng Kudus Jawa Tengah H. Slamet Riyadi menyebut giling tahun ini lebih baik dibanding sebelumnya. Hal ini berpengaruh positif pada tingkat kesejahteraan petani.

Apalagi ditambah dengan membaiknya harga gula saat ini. "Giling kali ini lebih baik dari sebelumnya, dan ini berpengaruh positif pada pendapatan kami petani tebu. Semoga ini menjadi momen kebangkitan petani tebu Jawa Tengah, terlebih harga gula saat ini menguntungkan,” jelas Slamet.

Senada, Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) PG Pradjekan Bondowoso Jawa Timur Rolis Wikarsono menyebut giling pabrik gula tahun ini menjadi lebih baik dibanding tahun 2023 lalu. "Tahun ini lebih baik, semua tebu petani digiling ke PG Pradjekan,” ujar Rolis.

Kondisi ini juga dirasakan oleh petani tebu di PG Ngadirejo Kediri Jawa Timur. Membaiknya kinerja pabrik dan tingkat harga gula saat ini dianggap berpihak kepada petani tebu sehingga membuat naiknya animo petani tebu untuk meningkatkan produtivitas.

”Kami berharap kinerja pabrik gula terus ditingkatkan agar potensi tebu kami optimal. Efeknya ke tingkat pendapatan kami, apalagi harga gula sekarang menguntungkan. Ini akan membuat petani terus bersemangat untuk meningkatkan produktifitas tebu,” kata Ketua KPTR Nusantara PG Ngadirejo Ismail. (KS-5)

Komentar