Gelar Business Matching di JCC, BI Jatim Dorong Ekspor Kopi Indonesia

KANALSATU- Industri kopi Indonesia masih dinilai sebagai salah satu sektor yang memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
Dalam rangkaian Java Coffee Culture (JCC) inisiasi Bank Indonesia bersama Pemerintah kota Surabaya, digelar Business Matching untuk menunjukkan potensi kopi Indonesia
Deputi Kepala Perwakilan BI Jawa Timur, Noer Nugroho menyampaikan kegiatan ini merupakan upaya mendukung dan mendorong UMKM naik kelas serta go global.
Ia menjelaskan, Pasca pandemi Covid-19, perekonomian global mulai membaik meskipun pemulihannya tidak berlangsung secara cepat dikarenakan masih adanya tensi geopolitik yang berpotensi menekan kinerja ekonomi global.
“Hal ini juga berdampak pada Indonesia, sehingga diperlukan upaya ekstra untuk mendorong akselerasi kinerja dan ketahanan ekonomi Indonesia. Salah satu langkah yang diambil adalah penguatan sektor pertanian, perdagangan, serta agroindustri, termasuk di dalamnya industri kopi,” terangnya.
Noer menambahkan adanya penguatan keunggulan kompetitif Indonesia di bidang agroindustri khususnya kopi diharapkan dapat menjadi strategi efektif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Melalui peningkatan ekspor dan penciptaan demand domestik, diharapkan sektor pertanian, industri, dan perdagangan kopi dapat terus berkembang.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, produksi kopi Indonesia pada tahun 2023 mencapai sekitar 790 ribu ton. Terjadi peningkatan dibandingkan produksi tahun sebelumnya.
Saat ini, Indonesia berada di posisi keempat sebagai produsen kopi terbesar di dunia setelah Brasil, Vietnam, dan Kolombia.
Meski demikian, nilai ekspor kopi Indonesia masih berada pada peringkat 13 dunia dengan nilai sekitar 851 juta USD, atau sekitar 2,3 persen dari produksi dunia.
Business Matching menjadi salah satu wujud konkret dari upaya bersama BI dan pemerintah daerah untuk mendukung dan memperkuat rantai pasok komoditi unggulan seperti kopi.
Melalui kegiatan ini, diharapkan UMKM kopi di Indonesia dapat naik kelas dan bersaing secara global. Dukungan terhadap UMKM juga diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, terutama dalam perdagangan komoditi kopi baik di pasar domestik maupun internasional.
Penguatan sektor agroindustri, termasuk industri kopi, menjadi penting dalam upaya mencapai hal tersebut. Melalui kolaborasi lintas sektor dan dukungan dari pemerintah, sektor kopi Indonesia diharapkan dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sebagai salah satu sektor unggulan, kopi Indonesia memiliki potensi besar untuk terus tumbuh dan berkembang. Dengan meningkatnya produksi kopi dan upaya penguatan sektor agroindustri, diharapkan Indonesia dapat terus meraih posisi yang lebih baik dalam pasar global kopi," katanya.
Berdasarkan nilai, ekspor Indonesia masih berada pada peringkat 13 dunia dengan nilai sekitar USD851 juta, hanya sekitar 2,3 persen dari total nilai ekspor kopi dunia.
"Meskipun relatif kecil, ini adalah peluang untuk meningkatkan ekspor kopi Indonesia yang pada akhirnya akan berdampak positif pada perekonomian," ujar Noer Nugroho. (KS-5)