Schneider Electric Dorong Kolaborasi dan Inovasi untuk Percepatan Sustainability

Cluster President Schneider Electric Indonesia & Timor Leste Martin Setiawan; Ketua DPP INKINDO Jawa Timur Irwan Susilo; Industry Business Vice President Schneider Electric Indonesia, Tonny Hendro Kusumo dan Sustainability Business Consultant Schneider Electric Indonesia Christian Soeryoatmodjo berbincang di Innovation Hub yang ditampilkan dalam pagelaran Innovation Day Surabaya 2024, Rabu (17/7/2024).

 

KANALSATU - Schneider Electric™ menyerukan pentingnya “Collaboration & Innovation for IMPACT” untuk mengatasi perubahan iklim. Dalam Innovation Day Surabaya 2024, Schneider Electric menampilkan beragam solusi digital dan otomasi, serta memperkenalkan Sustainability Consultancy Services untuk mendukung pelaku usaha dan pemangku kepentingan di Surabaya.

Schneider Electric menunjukkan bagaimana kombinasi digitalisasi, elektrifikasi, dan otomasi dapat meningkatkan efisiensi, menjembatani kemajuan, dan menciptakan masa depan yang berkelanjutan. Pelaku industri juga dapat meilhat secara langsung penerapan transformasi digital dan otomasi di pabrik pintar Schneider Electric di Batam dan Cikarang sebagai percontohan industri 4.0.

Cluster President Schneider Electric Indonesia dan Timor Leste Martin Setiawan menyatakan, dalam mengatasi perubahan iklim dibutuhkan transisi mendasar dan perubahan pendekatan bisnis yang lebih luas.

”Kita tahu bahwa 70 persen emisi berasal dari energi, yaitu bagaimana dunia menghasilkan dan mengonsumsi energi. Kita perlu meningkatkan pemanfaatan sumber energi terbarukan dan efisiensi penggunaan energi. Kabar baiknya, teknologi dapat mengurangi 70 persen emisi karbon. Teknologi digital dan AI dapat mengoptimalkan proses dan meningkatkan efisiensi energi untuk keberlanjutan,” kata Martin saat pers conference Innovation Day Surabaya 2024, Rabu (17/7/2024).

Martin menyebut, Schneider Electric berkomitmen menjadi mitra terpercaya dalam keberlanjutan dan efisiensi, fokus pada transformasi manajemen energi dan otomasi industri.

Pada Innovation Day Surabaya kali ini, Schneider Electric menyoroti inovasi keberlanjutan untuk sektor bangunan dan industri, yang masing-masing menyumbang 40 persen dan 30 persen emisi karbon global. Lebih dari 30 persen energi terbuang dalam operasional bangunan, menjadikan dekarbonisasi mendesak.

Namun, Survei Sustainability Tahunan 2023 di 9 negara Asia, termasuk Indonesia, menunjukkan kesenjangan antara niat dan aksi keberlanjutan bisnis. Penyebabnya termasuk kurangnya dukungan manajemen, budaya perusahaan, kompetensi SDM, dan kendala biaya.

Sebagai mitra teknologi industri, Schneider Electric akan membantu pelaku industri memulai perjalanan dekarbonisasi dan keberlanjutannya melalui tiga tahapan utama yaitu strategize, digitize, dan decarbonize. ”Konsultan kami akan melakukan pre-assessment untuk menetapkan peta jalan keberlanjutan, serta membuat target dan KPI yang terukur,” jelasnya.

Digitalisasi akan memberikan visibilitas terhadap konsumsi energi dan emisi karbon, serta mengukur kemajuannya secara akurat. Dekarbonisasi akan merumuskan langkah- langkah untuk mengurangi emisi, meningkatkan efisiensi, dan meningkatkan keuntungan bisnis melalui penerapan teknologi otomasi, AI, kombinasi energi terbarukan, dan solusi inovatif lainnya.

Kepemimpinan Schneider Electric dalam praktik sustainability telah mendapat berbagai pengakuan. Baru- baru ini, Schneider Electric meraih peringkat teratas dalam daftar "Perusahaan Paling Berkelanjutan di Dunia Tahun 2024" versi majalah Time dan Statista yang menyoroti keahlian Schneider Electric dalam teknologi dan program Schneider Sustainability Impact (SSI).

Dalam acara konferensi tahunan ini, Schneider Electric juga mengumumkan kerjasama strategis dengan INKINDO (Ikatan Nasional Konsultan Indonesia) DPP Jawa Timur, PT Berkah Industri Mesin Angkat (PT BIMA), dan AKLI (Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia) DPD Jawa Timur dalam pengembangan kompetensi SDM digital.

Kolaborasi ini merupakan bagian dari inisiatif Impact Maker Schneider Electric dimana perusahaan mengajak customer, mitra, komunitas, dan pemangku kebijakan untuk mengakselerasi aksi iklim, mengubah ambisi menjadi aksi dalam kaitan otomasi, elektrifikasi, dan digitalisasi.

Ketua DPP INKINDO Jawa Timur Irwan Susilo memberikan apresiasi atas komitmen Schneider Electric terhadap pemangku kepentingan di Surabaya dan Jawa Timur yang ditunjukkan melalui solusi dan transfer pengetahuan. Di era digital ini, menurut Irwan, banyak kompetensi baru yang perlu dipelajari seperti analisa data, software engineering, programmer, digital strategic management, dan automation engineer.

”Kolaborasi INKINDO dengan Schneider Electric melalui penyelenggaraan pelatihan, workshop, dan demo teknologi dapat membantu anggota kami membuka wawasan terkait perkembangan teknologi dalam mendukung tujuan perusahaannya. Kami juga mendorong kolaborasi dalam hal riset dalam implementasi transformasi digital dan mengidentifikasi peluang kerjasama lanjutan terutama di sektor konstruksi,” sebutnya.

Direktur Utama PT BIMA Paul July Supatrio mengungkapkan, kerjasama ini adalah langkah strategis untuk memastikan bahwa tenaga kerjanya memiliki kompetensi yang diperlukan untuk mengoperasikan dan memelihara peralatan kelistrikan dengan standar tertinggi. “Kami yakin bahwa dengan dukungan dari Schneider Electric Indonesia, kami dapat meningkatkan operasional yang lebih baik dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan kami,” ujar Paul.

(KS-5)

Komentar