Pentingnya Pemenuhan Konsumsi Protein Hewani dan Peran JAPFA dalam Meningkatkan Gizi Masyarakat

KANALSATU - Total konsumsi protein hewani di Indonesia masih tergolong rendah. Berdasarkan data Food and Agriculture (FAO) pada tahun 2017, total konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia hanya sebesar 8 persen.

Angka tersebut berbeda secara signifikan dibandingkan negara Asia lainnya. Contohnya seperti Malaysia dan Thailand yang tingkat konsumsi protein hewaninya masing-masing mencapai 30 persen dan 24 persen.

Protein hewani, selain mengandung asam amino esensial yang lebih lengkap dan lebih banyak dibandingkan protein nabati, juga memiliki kandungan vitamin dan mineral yang beragam serta memiliki kualitas yang lebih baik untuk mendukung daya tahan tubuh manusia.

Karena itu, kebutuhan protein hewani masyarakat perlu terus ditingkatkan. Di kalangan masyarakat, banyak sumber protein hewani yang bisa didapatkan. Mulai dari daging ayam, daging sapi, hasil laut seperti ikan dan udang serta berbagai produk turunannya. Termasuk juga produk-produk makanan olahan yang menyeluruh dan terintegrasi.

Kebutuhan protein pada tumbuh kembang anak dipahami betul oleh Shifa, ibu dari tiga orang anak. Salah satu anaknya sudah bekerja sedang dua lainnya masih duduk di sekolah dasar. Setiap pagi, Ia harus menyiapkan tiga kotak bekal untuk ketiga putrinya. 

"Yang pasti saya berupaya agar bekalnya lengkap gizinya namun tetap lezat agar anak-anak doyan makan bekalnya," ujarnya. 

Agar tidak monoton, Shifa mengaku sering mencontek resep dari cookpad, YouTube atau sosial media. "Kadang anak-anak request mau dimasakin apa, tapi kalau mereka cuma "terserah" ya kita harus kreatif mengolah daging ikan, daging sapi, ikan, udang atau telur," tuturnya lagi. 

Selain itu, anak-anaknya juga sering meminta bekal makanan olahan seperti sosis, nugget atau bakso. "Kalau ini, harus selalu ada stock di kulkas. Meskipun makanan olahan, sebagai ibu saya memastikan bahan-bahannya berkualitas dan diolah dengan aman," kata karyawan swasta ini. 

Ia seringkali memberi nugget, sosis, bakso atau pun otak-otak di supermarket atau minimarket dekat rumah. Bahkan saat ini banyak pula toko yang khusus menjual makanan beku. Tidak jarang, Ia juga berbelanja makanan beku secara online. 

Ia memahami, anak-anak yang masih dalam usia pertumbuhan membutuhkan protein dalam jumlah memadai. Karena itu Ia selalu berupaya agar makanan yang disiapkan untuk keluarga terpenuhi gizi dan nutrisinya. 

Dokter Spesialis Gizi Klinik dr. Christina Rusli, Sp. GK mengatakan manusia membutuhkan protein untuk pertumbuhan. "Protein yang kita asup dipecah-pecah menjadi asam amino yang dibutuhkan tumbuh mulai dari ujung kaki sampai kepala," kata Christina ketika dihubungi, Jumat (20/9/2024). 

Protein pada setiap orang memiliki manfaat berbeda. Misalnya, pada anak-anak digunakan agar tumbuh tinggi. Namun tidak hanya untuk anak-anak saja, secara umum protein berguna untuk mengganti sel-sel tubuh yang rusak. 

Sementara untuk asupan protei yang dikonsumi tubuh, menurut dokter di National Hospital ini berbeda pada masing-masing orang. "Tergantung pada berat dan tinggi badan. Selain itu, orang sehat dan sakit juga berbeda kebutuhannya. Secara umum, 15-20 persen dari total kalori yang dibutuhkan per hari," ujarnya. 

JAPFA Komitmen Sediakan Sumber Protein Berkualitas
Beroperasi sejak 1975, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) telah menjadi perusahaan agri-food terbesar dan terkemuka di tanah air. Sebagai perusahaan agri-food, JAPFA memiliki kekuatan rantai produksi dari hulu ke hilir. Mulai dari formulasi pakan ternak yang berkualitas, bibit ternak unggul, peternakan ayam broiler, ikan, udang, dan sapi potong, hingga produk-produk makanan olahan yang menyeluruh dan terintegrasi.
 
Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya menyampaikan, dalam beberapa tahun terakhir, minat dan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan yang seimbang semakin meningkat. 

Japfa sendiri terus menggelar edukasi terkait pentingnya asupan protein hewani. Selain merupakan bagian dari komitmen perusahaaan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi guna meningkatkan konsumsi protein hewani di masyarakat, hal ini juga sejalan dengan rencana pemerintah dalam menekan angka stunting di Indonesia.

JAPFA sendiri memiliki produk bahan mentah berkualitas yaitu daging sapi, ayam, dan makanan laut. Selain itu juga ada produk-produk bernilai tambah. 

Dari bahan baku ayam, ada spicy wings, steamed chicken, bone in fried chicken, boneless chicken thigh, bone in grilled chicken, chicken nugget dan chicken stick. Selain itu ada pula olahan ayam ready to eat seperti se'i ayam klungkung, ayam tangkap Aceh, ayam poor, ayam asap gulai, chicken floss, ayam rica-rica, ayam asap krecek, ayam ulu panggang minang dan minced chicken. 

Untuk olahan daging sapi ada bakso dan beef round atau patty. Sedangkan untuk olahan seafood ada lebih banyak lagi. Mulai dari ebi fury, fish katsu, fish nugget, hingga berbagai macam dimsum. 

Tidak berhenti di situ, JAPFA terus berinovasi. Yang terbaru, JAPFA memperkenalkan Olagud. Olagud merupakan produk ayam segar probiotik. Ayam probiotik merupakan ayam pedaging yang diberi pakan probiotik untuk membantu penyerapan makanan dalam tubuh ayam menjadi lebih optimal. 

Oleh karenanya, ayam yang diberi pakan probiotik mendapatkan nutrisi secara maksimal. Selain itu, juga membantu pertumbuhan dan perkembangan ayam agar tidak mudah terserang penyakit.

Untuk menjaga kualitas produknya, JAPFA selalu memperhatikan penerapan Standard Operating Procedure (SOP) yang ketat serta didukung oleh tenaga lapangan yang profesional.
(KS-5)

Komentar