Jadi Satu-satunya Calon Ketua DPD REI Jatim, M. Ilyas Akan Restrukturisasi Organisasi

KANALSATU - Mochammad Ilyas menjadi satu-satunya Calon Ketua DPD REI Jatim periode 2024-2027. Hingga masa pendaftaran Calon Ketua DPD REI berakhir pada 20 September 2024 pukul 17.00 WIB, belum ada calon lain yang menyerahkan berkas pendaftaran ke Sekretariat REI Jatim.
Kepada media, Ilyas mengatakan, hal pertama yang akan dilakukannya jika nanti terpilih adalah merestrukturisasi kepengurusan di DPD REI Jatim. Orang-orang yang duduk di kepengurusan diprioritaskan dari pihak pengembang.
Restrukturisasi kepengurusan juga akan melibatkan sembilan komisariat. "Secara proporsional akan kami bagi supaya ketika terjadi permasalahan di daerah bisa secara aktif membantu menyelesaikan persoalan di daerah" kata Ilyas.
Menurutnya, selama dua periode ini di kepengurusan DPD REI Jatim diisi oleh orang-orang yang bukan dari unsur pengembang. Hal tersebut membuat para anggota organisasi yang mewadahi para pengusaha properti itu tak nyaman.
"Saya ingin REI ini kembali menjadi rumah bagi pengembang. Kembali ke suasana kekeluargaan," ujar pria yang sudah malang melintang selama 30 tahun di dunia properti.
Ilyas sendiri sudah menjadi pengurus REI Jatim sejak tahun 2002. Pada kepengurusan periode terakhir Ia menjabat sebagai bendahara.
Sementara itu, Sekretaris Eksekutif DPD REI Jatim Doan Risa mengatakan berdasarkan Surat Edaran yang diedarkan Nomor 010/A/REI/MUSDA REI/16/9/2024, pengembalian berkas formulir diterima paling lambat pada Jumat 20 September pukul 17.00 WIB. "Sampai pukul 17.00 WIB, berkas yang kami terima di sekretariat DPD REI Jatim hanya milik Bapak Mochamad Ilyas dengan persyaratan lengkap," jelasnya.
Mengenai perkembangan saat ini di mana hanya ada satu pendaftar, Doan menyebut nantinya tim penjaringan yang akan memiliki kewenangan untuk memutuskan kelanjutan pemilihan Ketua DPD REI Jatim.
"Tim penjaringan yang akan menyampaikan. Besok, tim penjaringan baru akan rapat dan menyampaikan keputusannya," jelasnya.
Calon tunggal seperti sekarang ini dikatakan Doan juga pernah terjadi pada pemilihan sebelumnya. "Tapi waktu itu karena masih COVID ya. Jadi pemilihan dilakukan secara aklamasi. Namun, kali ini belum tahu. Tim penjaringan yang akan menyampaikan apakah ada aklamasi atau bagaimana," pungkas Doan. (KS-5)