Tingkatkan kompetensi Pengajar, SMK 1 Baureno Bojonegoro dan Unesa Gelar Pelatihan Aplikasi Revit

KANALSATU - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Baureno Bojonegoro dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bekerjasama mengadakan pelatihan menggambar bangun sipil, khususnya penggunaan aplikasi Revit. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan kompetensi guru di SMKN tersebut.
Guru Besar Bidang Pemetaan SMK Berbasis Potensi Wilayah UNESA, Prof. Agus Wiyono mengungkapkan, di era digitalisasi, keahlian menggambar menggunakan REVIT yang berbasis Building Information Modelling (BIM) bagi seorang guru di sebuah sekolah kejuruan, khususnya untuk Jurusan Desain Permodelan dan Informasi Bangunan seperti di SMKN 1 Baureno Bojonegoro adalah sebuah keharusan.
Selain mempermudah pekerjaan, menggambar dengan menggunakan aplikasi REVIT juga akan menunjukkan keindahan sekaligus menunjukkan wujud dari sebuah bangunan secara realistis karena dapat direndering seperti gambar alami atau natural.
“Manfaat daripada aplikasi BIM mengurangi waktu pengerjaan karena sudah mendapatkan luasan ruangan maupun volume bangunan. Untuk itu, harus ada langkah upgrade dengan meningkatkan kompetensi guru dalam mengoperasikannya,” terang Prof. Agus Wiyono di Surabaya, Kamis (24/10/2024).
Namun yang menjadi persoalan adalah, biaya menggambar menggunakan aplikasi Revit. Software original dijual sangat mahal dan ini tentu memberatkan jika Sekolah Menengah Kejuruan harus membeli softwarenya. Apalagi guru dan siswa belum familier dalam menggunakan aplikasi Revit.
Padahal SMKN 1 Baureno Bojonegoro menjadi tempat pelatihan guru-guru menggambar untuk memenuhi tuntutan jaman dan perkembangan Teknologi. Sehingga peningkatan kompetensi, khususnya dalam penggunaan aplikasi yang berkembang sesuai dengan kebutuhan dinilai sangat penting dan menjadi keharusan.
Permasalahan ini juga muncul tatkala Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan membuat Program Lomba Kompetensi Sekolah (LKS) di tingkat Menengah baik di Level nasional maupun regional tidak lagi menggunakan aplikasi Autocad. Seperti di tahun ini, LKS sudah menggunakan aplikasi Revit.
Karena aplikasi ini belum banyak digunakan di sekolah menengah, pendaftar LKS baik tingkat regional maupun nasional sangat sedikit.
“Hal ini yang menjadi pertimbangan Tim Pengabdian Masyarakat Unesa. Maka SMKN 1 Baureno Bojonegoro dan UNESA bekerja sama mengadakan pelatihan penggunaan aplikasi Revit pada Juli kemarin yang hasilnya akan digunakan untuk pembelajaran di SMKN 1 Baureno Bojonegoro,” katanya.
Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan meliputi diskusi, tanya jawab dan pengerjaan proyek, baik secara kelompok maupun mandiri. Selain itu juga dilaksanakan pembelajaran menggunakan model langsung dan kelompok serta keberlanjutannya akan menggunakan komunikasi lewat email.
Kegiatan diikuti 20 peserta yang nantinya akan melakukan transformasi keilmuan kepada guru lain dan siswa di SMKN 1 Baureno Bojonegoro.
“Selama pelatihan, akhinya guru-guru berhasil menyusun modul pembelajaran menggambar menggunakan aplikasi Revit. Mereka juga mendapatkan buku modul Revit secara cuma-cuma. (KS_5)