Kisah Sirilus Siko, Kurir JNE yang Juga Andalan Skuad Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia

 

KANALSATU - Sirilus Siko, atau yang akrab disapa Rilus, kembali mencuri perhatian publik. Kurir JNE Surabaya yang juga seorang atlet sepak bola amputasi ini kembali terpilih memperkuat tim nasional amputasi Indonesia untuk berlaga di Kejuaraan Sepak Bola Amputasi Asia 2025 di Bangladesh.

Kegigihan dan semangat pantang menyerah kurir disabilitas yang viral melalui akun TikTok @rilussiko79 dalam menjalani profesinya serta kecintaannya pada sepak bola membawanya meraih prestasi membanggakan.

Rilus berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan merantau ke Surabaya demi mengejar impiannya di dunia sepak bola amputasi. Di daerah asalnya, olahraga ini belum memiliki wadah yang memadai, sehingga ia memutuskan untuk bergabung dengan Perkumpulan Sepak Bola Amputasi Surabaya. Dengan tekad yang kuat, Rilus membuktikan dirinya sebagai atlet berbakat.

Sejumlah prestasi telah ia raih. Pada Maret 2023, ia dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam Turnamen Piala Bupati Jember. Selain itu, Rilus juga menjadi bagian dari tim nasional sepak bola amputasi U23 yang berhasil menjuarai Artalive Challenge Cup Amputee Football (ACCAF) 2023 di EV Arena Shah Alam, Selangor, Malaysia, pada Juli 2023.

Rilus mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada JNE dan rekan kerjanya yang terus mendukung karirnya sebagai atlet. "Terima kasih kepada JNE yang telah memberikan dukungan sehingga saya bisa fokus pada Asian Amputee Football Championship 2025 nanti. Mohon doanya agar saya bisa memberikan performa terbaik untuk Indonesia," ujar Rilus.

Branch Manager JNE Cabang Utama Surabaya, Ninil Indrasari, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Rilus. Ia mengapresiasi dedikasi Rilus yang mampu menyeimbangkan pekerjaan dan latihan dengan baik. Sebagai bentuk dukungan, JNE memberikan cuti khusus agar Rilus dapat fokus berlaga di ajang internasional tersebut. Ninil berharap Rilus dapat mengharumkan nama bangsa dengan prestasinya.

"Di sini, kami mempekerjakan dua penyandang disabilitas tunadaksa, yaitu Sirilus Siko dan Zamroni, yang bekerja di departemen operasional JNE Surabaya. Kami percaya bahwa mereka berhak mendapatkan kesempatan yang sama untuk bekerja dan berkembang," ujar Ninil.

Ia menambahkan bahwa kebijakan perusahaan dalam merekrut penyandang disabilitas bertujuan untuk memberikan ruang bagi mereka agar dapat beraktivitas dan berkembang, sejalan dengan semangat "Connecting Happiness" yang diusung oleh JNE. Selain itu, perusahaan melihat bahwa penyandang disabilitas memiliki potensi yang setara, komitmen tinggi, serta loyalitas yang kuat, yang dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan dan karyawan lainnya.

(KS-5)

Komentar