Jatim Jajaki Kerja Sama Ketahanan Pangan dengan Delegasi EAEU dan MERCOSUR

KANALSATU – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menerima delegasi dari Eurasian Economic Union (EAEU) dan Mercado Común del Sur (MERCOSUR) di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (13/2/2025). Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk menjajaki kerja sama di bidang ketahanan pangan.

Delegasi yang hadir meliputi duta besar dan perwakilan dari Belarus, Kazakhstan, Argentina, Brasil, Uruguay, Armenia, dan Rusia. Dalam pertemuan ini, Adhy menegaskan bahwa Jawa Timur, sebagai salah satu sentra agrikultur terbesar di Indonesia, memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang dapat dioptimalkan melalui kolaborasi dengan mitra internasional.

EAEU, yang terdiri dari Rusia, Kazakhstan, Armenia, Belarus, dan Kyrgyzstan, dikenal sebagai pemain utama dalam industri pupuk global. Organisasi ini memasok sekitar 30 persen potasium dunia, sehingga berpotensi menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam meningkatkan efisiensi produksi pupuk dan memperkuat sistem distribusi.

Sementara itu, MERCOSUR—blok ekonomi Amerika Latin yang mencakup Argentina, Bolivia, Brasil, Paraguay, dan Uruguay—memiliki pasar besar dengan produk unggulan seperti daging dan susu. Kerja sama dengan MERCOSUR berpotensi mendukung ketahanan pangan Indonesia melalui pengembangan genetika ternak, kesehatan hewan, dan optimalisasi produksi peternakan.

Selain ketahanan pangan, pertemuan ini juga membahas peluang kerja sama di sektor pendidikan, ilmu pengetahuan, dan pariwisata. Delegasi EAEU dan MERCOSUR juga mengunjungi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) di Singosari, Malang, serta pabrik Petrokimia Gresik.

Duta Besar Belarus untuk Indonesia, Raman Ramanouski, menekankan pentingnya kerja sama ini bagi kedua belah pihak dan berharap negosiasi segera menghasilkan kesepakatan konkret. Membuka lebih banyak peluang investasi dan perdagangan, terutama di sektor pangan.

Selain membahas tentang ketahanan pangan, Ia menyebut telah melakukan diskusi tentang potensi kerjasama di bidang lain seperti ilmu pengetahuan dan penelitian, pendidikan, pertanian dan peluang wisata.

"Kami berharap perundingan ini dapat segera diselesaikan. Hal ini akan membuka lebih banyak peluang usaha untuk investasi perdagangan antar negara kita, khususnya di bidang ketahanan pangan," Kata Dubes Belarusia Raman Ramanouski. 

Baca Berita Menarik Lainnya di Google News

Komentar