PLN Percepat Modernisasi Pertanian dengan Program Electrifying Agriculture

KANALSATU – PT PLN (Persero) terus memperluas implementasi program Electrifying Agriculture untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Saat ini, jumlah pelanggan Electrifying Agriculture di Jawa Timur telah mencapai 164.921 petani. 

Pelanggan tersebut tersebar di berbagai sektor, mulai dari pertanian, peternakan, hingga budidaya perikanan. Potensi pengembangannya pada tahun 2025 akan terus didorong oleh PLN.

General Manager PLN UID Jawa Timur, Ahmad Mustaqir, menyatakan bahwa PLN berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan Electrifying Agriculture guna mendukung pembangunan ekonomi berbasis pertanian yang lebih modern dan berkelanjutan.

Salah satu wujud nyata program ini terlihat di Balai Desa Wanar, Kabupaten Lamongan, di mana pada 11 Februari 2025 sebanyak 26 petani kini menikmati pasokan listrik dengan total daya 39.100 VA. Kepala Desa Wanar, Ali Thohir, mengungkapkan bahwa selama ini petani di wilayahnya kerap mengalami gagal panen akibat ketergantungan pada tadah hujan.

“Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas dukungan yang diberikan. Kami berharap dengan adanya pasokan listrik yang stabil, petani kami bisa meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan mereka,” ujar Ali Thohir.

Tak hanya di Lamongan, PLN juga memperkuat sinergi dengan berbagai pihak untuk memastikan keandalan listrik bagi sektor pertanian. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Surabaya, misalnya, menjalin kerja sama dengan Komando Distrik Militer (Kodim) 0830 Surabaya. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung berbagai program nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), irigasi pertanian, dan peternakan.

Di wilayah lain, PLN UP3 Ponorogo menggandeng Kodim 0806 Trenggalek dalam penyediaan jaringan listrik untuk irigasi perpompaan dan Sentra Penyediaan Pangan Gizi (SPPG). Sebelumnya, tim PLN dan Kodim 0806 telah meninjau langsung kesiapan infrastruktur listrik di dua lokasi irigasi perpompaan, yakni Poktan Sidomekar 2 di Desa Jati dan Poktan Jampir Lestari di Desa Ngentrong.

Sementara itu, PLN UP3 Madura juga memperkuat kolaborasi dengan Kodim 0826 Pamekasan untuk memastikan suplai listrik bagi program swasembada pangan dan dapur umum makan gratis. Manager PLN UP3 Pamekasan, Fahmi Fahresi, bersama Letkol Inf Herik Prasetiawan menegaskan pentingnya dukungan listrik yang andal dalam keberlanjutan program ketahanan pangan.

Dengan adanya kontribusi nyata PLN dalam mendukung program swasembada pangan pemerintah, diharapkan sektor pertanian semakin berkembang dan mampu berkontribusi dalam ketahanan pangan nasional. (KS-5)

Komentar