Sebanyak 500 Pelari Ikuti Run to Smile, Berlari Sekaligus Charity
Dilindungi oleh Asuransi Kitabisa

Chief Marketing Officer Kitabisa & SalingJaga Fahri Amirullah (Kiri), Chief Marketing Officer Yayasan Seribu Senyum Muchammad Syafrizal Izaqi (kanan) bersama ibu-ibu anggota Yayasan Seribu Senyum saat Run to Smile di Surabaya, Minggu (23/2/2025).
KANALSATU — Event lari semakin sering diadakan di Surabaya. Namun Run to Smile berbeda. Tidak hanya berolahraga, di Run to Smile peserta juga membantu sesama.
Event fun run dan charity yang diinisiasi oleh Yayasan Seribu Senyum dan disponsori SalingJaga dari Asuransi Kitabisa ini bertujuan untuk mendukung perjuangan para ibu tunggal di Surabaya. Diharapkan mereka bisa semakin berdaya dengan memberikan modal usaha dan pembukaan lapangan pekerjaan.
Setidaknya ada 500 pelari dalam acara yang diselenggarakan di Surabaya, Minggu (23/2/2025) ini. Seluruh peserta sudah mendapat perlindungan lewat Asuransi SalingJaga Kecelakaan Mikro dari Asuransi Kitabisa dengan dua jenis santunan, totalnya hingga Rp121 juta.
Peserta Run to Smile mayoritas berasal dari Surabaya dan tidak sedikit yang lari bersama anak, pasangan, bahkan sekeluarga. Selesai berlari, peserta tidak hanya mendapatkan medali finisher tapi juga piala apresiasi atas perjuangan mereka.
Selain itu, para peserta juga bisa merasakan kesegaran es coklat dan es kopi gratis Senyum Mama. Semuanya buatan ibu-ibu binaan Yayasan Seribu Senyum.
Chief Marketing Officer Kitabisa & SalingJaga Fahri Amirullah menyebutkan, SalingJaga sangat mendukung acara ini karena bertujuan baik. Peserta yang ikut bukan cuma lari tapi juga membantu ibu-ibu berdaya binaan Seribu Senyum di program Senyum Mama.
“Jadi acara ini secara value sangat masuk buat kami. Dari SalingJaga kami berperan untuk memberikan perlindungan ya. Jadi, seluruh peserta yang lari hari ini sebenarnya secara otomatis juga bagian dari Asuransi SalingJaga, sudah terlindungi selama satu tahun ke depan,” terang Fahri.
Setelah Surabaya, event Run to Smile ini juga akan ada di Tangerang Selatan dan Bandung. "Memang kami ingin menyebarkan SalingJaga ke lebih banyak kota lagi. Sehingga, ke depan harapannya bisa lebih masif lagi, seluruh Indonesia bisa tolong-menolong, saling jaga se-Indonesia,” pungkas Fahri.
Tidak hanya itu saja, pada event Run to Smile kali ini juga telah dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis sebesar Rp100 juta kepada ibu-ibu tunggal binaan Yayasan Seribu Senyum. Bantuan tersebut merupakan hasil donasi dari pelari Run to Smile dan #OrangBaik di Kitabisa untuk program Senyum Mama dari Seribu Senyum.
Chief Marketing Officer Yayasan Seribu Senyum Muchammad Syafrizal Izaqi mengatakan, sampai saat ini kira-kira sudah ada lebih dari ratusan ibu tunggal yang dibina di program Senyum Mama dari Yayasan Seribu Senyum.
“Kami melihat, setelah pandemi COVID-19 itu single parent meledak jumlahnya. Sehingga, kami merasa punya tanggung jawab sosial untuk membantu dan memberikan dukungan kepada mereka. Ibu tunggal menjalani dua peran, sebagai ibu dan bapak. Jadi mereka perlu dapat pendampingan dan support secara finansial,” jelasnya.
Salah satu peserta Run to Smile, Tyas mengakui event ini sangat seru. Tidak hanya fun, tetapi juga bisa berdonasi.
“Saya bisa lari sama anak, olahraga bareng sambil quality time. Apalagi ini kan larinya tidak cuma fun tapi ada charity-nya juga ya, ditambah yang daftar juga otomatis dapat perlindungan dari SalingJaga. Appreciate banget deh, dapat medali dan piala juga nih,” tutur Tyas.
Sebagai informasi, sampai saat ini sudah ada lebih dari 100 ribu anggota yang tergabung dalam SalingJaga. Adapun, Asuransi SalingJaga Kecelakaan Mikro adalah program tolong-menolong antaranggota SalingJaga saat terjadi kecelakaan. Ketika terjadi kecelakaan, anggota akan mendapatkan santunan dari dana bersama.
Segala jenis kecelakaan yang tidak disengaja yang menyebabkan anggota tutup usia, cedera fisik, atau cacat dan butuh perawatan di rumah sakit dapat ditanggung oleh SalingJaga Kecelakaan Mikro, dan tidak terbatas hanya kecelakaan lalu lintas, tapi bisa juga kecelakaan kerja atau saat olahraga.