Jelang Idul Fitri 1446 H, Menteri ESDM Tinjau Langsung Kondisi Kelistrikan hingga SPKLU di Jawa Timur

KANALSATU - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia bersama Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo meninjau langsung Distribution Control Center (DCC) di PLN Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D). Kunjungan ini guna memastikan pasokan kelistrikan andal jelang Idul Fitri 1446 H,
Dalam paparannya, Darmawan menyampaikan pasokan listrik di Jawa Timur aman dan ketersediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) beroperasi optimal sehingga masyarakat dapat menikmati ramadhan dan Idulfitri dengan aman dan nyaman.
"Untuk Jawa Timur lebih dari 5.600 personel bersiaga mengamankan pasokan listrik di berbagai titik. Daya mampu pasok 10.553 MW, beban puncak 4.629 MW," papar Darmawan.
PLN juga telah melakukan inspeksi guna memastikan kesiapan infrastruktur pendukung kendaraan listrik dalam menghadapi peningkatan mobilitas masyarakat selama periode libur lebaran 2025.
PLN memprediksi tren pemudik kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) roda empat pada musim lebaran tahun ini mengalami kenaikan. Begitu pula dengan transaksi SPKLU naik 5x lipat menjadi 7.625 kali.
"Kami mensiagakan personel selama 24 jam di SPKLU sebanyak 1.680 petugas. Begitupula dengan penambahan infrastruktur kelistrikan di Jawa Timur mencapai 339 unit baik di SPKLU Rest Area maupun SPKLU Jalur Non Tol," papar Darmawan.
Tingginya animo pengguna kendaraan EV saat mudik lebaran, Bahlil mengatakan saat ini telah tersedia SPKLU PLN lebih dari 3500 unit se Indonesia dengan jarak antar SPKLU sejauh 26 kilometer. Hal ini bertujuan untuk memudahkan pengisian daya saat dalam perjalanan.
"PLN juga telah menyediakan SPKLU Mobile di Jawa Timur yang bertujuan untuk mengisi daya kendaraan jika sewaktu-waktu kehabisan daya di tengah perjalanan mudik," terang Bahlil.
Ia menambahkan PLN Mobile juga memiliki fitur road trip planner yang akan mempermudah pengguna EV yang akan mudik. Fitur ini dilengkapi titik lokasi SPKLU, real-time persentase energi pada baterai, hingga notifikasi charging selesai.
(KS-5)