Bagaimana Pergerakan Harga XRP pada April 2025

KANALSATU - Perkembangan pasar cryptocurrency yang terus bergerak membuat banyak investor dan trader selalu melakukan analisa baik secara fundamental dan teknikal. Beberapa aset crypto yang menarik dibahas adalah BTC yang terus anjlok.
Tak hanya Bitcoin, pergerakan harga XRP hari ini selama bulan April 2025 juga banyak menyita perhatian para trader. Apalagi XRP telah membuka kembali 1 miliar token XRP dari Escrow pada 1 April 2025 yang banyak menarik perhatian investor.
Sementara itu, untuk pergerakan harga Bitcoin terus mengalami tekanan hebat selama bulan April 2025, yang terus mengalami penurunan signifikan sehingga jatuh dibawah batas psikologis US$80.000. Penurunan disebabkan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap ketidakstabilan ekonomi global yang dipicu oleh kebijakan tarif perdagangan ketat oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Pergerakan harga Bitcoin
Dilansir dari Pintu Market, harga Bitcoin hari ini adalah Rp 1.376.581.748, dengan volume perdagangan harian mencapai US$41.214.850.368 dalam 24 jam terakhir, menunjukkan peningkatan sebesar 6,62% dibandingkan dengan sehari sebelumnya. Sementara itu, Bitcoin (BTC) mencapai harga tertinggi sepanjang masanya mencapai US$108.786 dan harga terendah sepanjang masa US$67,81.
Bagaimana Harga XRP di April 2025
XRP belum menemukan pemicu yang cukup kuat untuk merobohkan pola stagnasi yang telah mengikatnya dalam beberapa minggu terakhir. Beberapa sinyal positif sempat muncul, tetapi secara keseluruhan, altcoin ini masih terjebak dalam konsolidasi yang membuat para investor bertanya-tanya.
Walaupun ada beberapa faktor luar yang memberi harapan, kenyataannya XRP tetap terperangkap dalam area menyamping. Ini membuat prediksi pergerakannya menjadi sulit. CEO Wanchain, Temujin Louie, membagikan pandangannya mengenai dampak faktor eksternal terhadap XRP, meskipun ia tidak melihat adanya pengaruh yang berarti.
"Keputusan SEC untuk menghentikan tuntutan hukum bertahun-tahun terhadap Ripple Labs merupakan perkembangan yang positif, tetapi kenyataannya, itu tidak langsung meningkatkan harga XRP. Sebab, perubahan tersebut tidak langsung meningkatkan utilitas XRP maupun mendorong adopsi yang lebih luas," ungkap Louie.
Kebangkitan minat seputar kemungkinan ETF XRP sempat memicu spekulasi. Para investor berharap ledakan ini bisa mengangkat harga seperti peristiwa yang terjadi pada ETF Bitcoin dan Ethereum sebelumnya.
Spekulasi mengenai ETF XRP tidak menunjukkan tingkat yang sama dengan antusiasme yang terlihat pada ETF BTC atau ETH. Setiap persetujuan ETF baru semakin berkurang daya tariknya. Begitu ada aset keempat, kelima, atau keenam yang mendapat lampu hijau, itu hanya sekadar menambah daftar panjang tanpa kejutan yang signifikan bagi pasar.
XRP Mengulangi Sejarah?
Indikator Network Utilization Profit/Loss (NUPL) XRP menunjukkan bahwa aset ini sedang berada dalam fase jenuh. Pergerakan harga yang diam menunjukkan bahwa tanpa adanya pemicu besar dari pasar, XRP kemungkinan akan terus terjebak dalam pola menyamping.
Kondisi ini bukanlah hal baru bagi XRP. Pada tahun 2017, koin ini mengalami konsolidasi selama sembilan bulan sebelum akhirnya meledak. Namun, pola yang sama juga mengarah pada koreksi tajam setelah kenaikan besar.
Saat ini, setelah menghabiskan empat bulan dalam pola yang serupa, kemungkinan adanya koreksi lebih lanjut bisa terjadi jika level resistensi terus menghalangi harga. Di sisi lain, Hank Huang, CEO Kronos Research, menegaskan meskipun altcoin lain cenderung mengikuti Bitcoin, XRP tampaknya memiliki lintasan yang lebih berbeda.
Meskipun likuiditas di pasar altcoin tetap rendah dan tertinggal dibandingkan dengan kedalaman Bitcoin, XRP tidak sepenuhnya mengikuti kenaikan ETF Bitcoin atau menciptakan jalur independen yang jelas.
Arus keluar ETF Ethereum yang baru-baru ini terjadi menunjukkan kecenderungan pasar menuju Bitcoin, karena investor tampaknya lebih memilih stabilitas BTC dan konsep ’emas digital’ daripada altcoin.
Perubahan ini menunjukkan bahwa sentimen bullish lebih tertumpu di sekitar Bitcoin daripada menyebar ke pasar altcoin yang lebih luas, menjadikan XRP kesulitan untuk mendapatkan momentum institusional yang diperlukan guna keluar dari kebuntuan saat ini.
Metrik Perubahan Posisi HODLer, yang memantau perilaku pemegang jangka panjang, menunjukkan bahwa LTH (pemegang jangka panjang) telah mengakumulasi XRP selama fase konsolidasi ini.
Akumulasi ini menunjukkan bahwa LTH percaya XRP pada akhirnya akan mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga di masa mendatang.
Keyakinan yang berlanjut dari pemegang XRP telah mendukung harga koin ini meskipun pasar sedang mengalami ketidakpastian dan stagnasi.
Penambahan ini dapat menunjukkan bahwa ketika situasi pasar membaik, XRP mungkin akan melihat lonjakan harga, karena para pemegang tidak berniat untuk menjual dalam waktu dekat.
Kumulasi dari para pemegang jangka panjang juga berfungsi sebagai penyangga, mencegah harga mengalami penurunan yang tajam meski pasar belum menunjukkan arah yang jelas.
Apakah XRP Akan Mengalami Kegagalan Lagi dalam Upaya Penting Ini?
XRP diperdagangkan pada harga US$1,74, setelah gagal menembus batas resistance penting di US$2,56 beberapa minggu lalu. Resistance ini telah menjadi penghalang signifikan selama empat bulan, membatasi kemungkinan kenaikan yang lebih besar untuk altcoin ini.
Jika XRP tidak dapat melewati batas ini, kemungkinan besar harganya akan tetap terjebak dalam kisaran yang sempit. Dengan sinyal pasar yang masih beragam, XRP kesulitan untuk mendapatkan momentum yang kuat.
Jika situasi pasar tidak menunjukkan perbaikan pada Q2 2025, altcoin ini berisiko untuk terus turun ke US$2,02 lebih rendah jika tidak berhasil mempertahankan level support di US$2,14. Penurunan di bawah level ini bisa menunjukkan pergerakan korektif yang lebih dalam akibat kejenuhan pada pasar.
Untuk menghindari prospek bearish, XRP harus berhasil menembus dan mengonfirmasi level US$2,56 sebagai support baru. Jika hal ini tercapai, XRP dapat melanjutkan reli menuju level US$2,95 dan US$3,00.
Keberhasilan menembus batasan tersebut dapat membawa XRP lebih dekat ke rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di US$3,40, menandakan kemungkinan kelanjutan tren bullish setelah periode konsolidasi yang panjang.
Pergerakan harga XRP
Dilansir dari Pintu Market, harga XRP hari ini adalah Rp 33.509 dengan volume perdagangan XRP (XRP) mencapai angka sebesar Rp 262,59 triliun, yang menunjukkan peningkatan sebesar 12,11% dibandingkan satu hari sebelumnya.
Sementara itu, XRP (XRP) telah mencatat harga tertinggi sepanjang sejarahnya di angka US$3,40 sedangkan harga terendahnya di US$0,002686. Saat ini, harganya berada 46,92% lebih rendah dibandingkan dengan harga tertinggi dan 67.054,35% lebih tinggi dari harga terendahnya.
Sedangkan kapitalisasi pasar XRP (XRP) saat ini adalah US$104.823.488.374. Kap pasar dihitung dengan mengalikan harga setiap token dengan jumlah total token XRP yang saat ini beredar sebanyak 58 miliar token di pasar.
Itulah pergerakan harga XRP di bulan April 2025, perlu diingat semua aktivitas jual beli crypto memiliki resiko dan volatilitas yang tinggi karena sifat crypto dengan harga yang fluktuatif.
Maka dari itu, selalu lakukan riset mandiri (DYOR) dan gunakan dana yang tidak digunakan dalam waktu dekat (uang dingin) sebelum berinvestasi. Segala aktivitas jual beli bitcoin dan investasi aset crypto lainnya menjadi tanggung jawab para trader dan investor.