Sensatia Genap 25 Tahun, Tampil Baru Usung Semangat Clean Beauty

KANALSATU – Industri kecantikan terus berkembang, namun satu hal yang kini menjadi sorotan utama adalah tren “clean beauty” dan perawatan kulit yang lebih sederhana. Di tengah perubahan lanskap ini, Sensatia—brand skincare asal Bali—menandai 25 tahun perjalanannya dengan meluncurkan identitas visual baru dan memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan.
Transformasi ini tidak hanya mencerminkan penyegaran tampilan, tetapi juga menjadi cerminan evolusi nilai-nilai yang diusung Sensatia dalam menjawab kebutuhan konsumen masa kini.
Brand yang dulunya dikenal sebagai Sensatia Botanicals ini kini hadir dengan nama dan desain baru yang lebih modern dan inklusif, tanpa meninggalkan filosofi dasarnya yaitu penggunaan bahan alami, kepedulian lingkungan, dan praktik bisnis yang etis.
Transformasi ini bukan sekadar penyegaran tampilan, tetapi mencerminkan evolusi nilai dan arah bisnis yang lebih inklusif serta ramah lingkungan.
Sensatia kini hadir dengan logo dan kemasan baru, serta penyederhanaan nama dari Sensatia Botanicals menjadi Sensatia saja. Perubahan ini bertujuan menjangkau audiens yang lebih luas tanpa meninggalkan akar filosofinya yaitu penggunaan bahan alami, keberlanjutan lingkungan, dan praktik bisnis yang adil.
"Transformasi ini adalah langkah penting dalam perjalanan kami sebagai brand lokal yang bertumbuh secara global. Komitmen terhadap clean beauty bukan hanya strategi, melainkan prinsip," ujar CEO & Founder Sensatia, Michael Lorenti.
Clean beauty sendiri telah menjadi preferensi konsumen, terutama Gen Z, yang semakin sadar akan bahan-bahan yang mereka aplikasikan ke kulit. Berdasarkan data dari YCP Solidiance, konsumen kini lebih selektif dalam memilih produk yang aman dan ramah lingkungan, didorong oleh tren skinimalism—perawatan kulit dengan langkah yang lebih ringkas namun tetap efektif.
“Tren sekarang condong ke basic skincare. Konsumen lelah dengan rutinitas sepuluh langkah. Karena itu di Sensatia cukup tiga langkah, pembersih wajah, toner, dan pelembap. Ditambah perawatan mingguan seperti scrub atau masker,” jelas Sales & Marketing Manager Sensatia, Kunti Puspita Sari ketika ditemui di Surabaya, Selasa (29/4/2025).
Kini, Sensatia memiliki lebih dari 200 produk yang mencakup kebutuhan bayi, remaja, pria, dan wanita dewasa. Khusus segmen remaja, Sensatia baru saja merilis rangkaian perawatan kulit yang diformulasikan untuk menangani jerawat hormonal, yang banyak dialami oleh usia belasan tahun.
Perjalanan selama seperempat abad ini juga dibarengi dengan pencapaian konkret dalam aspek keberlanjutan. Lewat program Recycle, lebih dari 65.000 botol telah didaur ulang.
Fasilitas produksinya di Karangasem, Bali, kini memanfaatkan energi surya hingga 70% dari total kebutuhan listrik. Tak hanya itu, 60% karyawan berasal dari komunitas lokal, dan Sensatia juga menjalankan program profit sharing bagi seluruh timnya.
Dari sisi bisnis, performa Sensatia pasca-pandemi terus meningkat, dengan pertumbuhan lebih dari 30%. Di tahun ini saja, perusahaan menargetkan pembukaan lima gerai baru di Jakarta dan Makassar, serta satu tambahan di Surabaya—menyusul dua gerai yang sudah ada di Tunjungan Plaza dan Pakuwon Mall.
Salah satu gerai dengan wajah baru telah dibuka di Lippo Mall Nusantara Jakarta. Secara bertahap, seluruh gerai di Indonesia akan mengusung konsep visual baru yang lebih modern dan ramah konsumen.
Dengan semangat baru ini, Sensatia berharap terus menjadi pelopor produk kecantikan yang tidak hanya baik untuk kulit, tetapi juga bertanggung jawab terhadap bumi dan sesama. (KS-5)