APBN Jatim Triwulan I 2025 Tembus Rp58,33 Triliun

KANALSATU   – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Jawa Timur selama triwulan pertama tahun 2025 menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan tepat sasaran. 

Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Dudung Rudi Hendratna, yang juga menjabat sebagai Kepala Kanwil DJKN Jawa Timur, menyampaikan bahwa hingga akhir Maret 2025, APBN Jawa Timur tumbuh sebesar 5,00% secara tahunan (year-on-year). 

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan di sektor pengadaan listrik dan gas dari sisi produksi. "Sementara dari sisi pengeluaran, pertumbuhan tertinggi tercatat pada komponen pengeluaran konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga," ujar Dudung Media Briefing Regional Jawa Timur yang digelar di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Rabu (14/5/2025). 

Realisasi pendapatan negara di Jawa Timur hingga Maret 2025 mencapai angka signifikan. Penerimaan pajak mencapai Rp21,64 triliun, dengan sektor industri pengolahan sebagai penyumbang terbesar, yakni Rp12,08 triliun. 

Penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp34,7 triliun atau 23,31% dari target tahunan, mencakup bea masuk, bea keluar, dan cukai.

Sementara itu, pengelolaan aset negara melalui lelang menghasilkan Rp1,43 triliun atau sekitar 26,25% dari target. Pendapatan negara bukan pajak (PNBP) turut berkontribusi sebesar Rp1,99 triliun, yang terdiri dari PNBP Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp1,06 triliun dan PNBP lainnya senilai Rp935,81 miliar.

Di sisi belanja, realisasi belanja kementerian/lembaga di Jawa Timur mencapai berbagai sektor strategis. Belanja pegawai telah terealisasi sebesar Rp6,27 triliun dan disalurkan tepat waktu untuk gaji dan tunjangan. 

Belanja barang senilai Rp1,54 triliun digunakan untuk berbagai keperluan. Mulai dari pemeliharaan keamanan dan ketertiban, pengelolaan pendidikan madrasah dan pendidikan tinggi keagamaan Islam, pelayanan ibadah haji dalam negeri, hingga preservasi jalan nasional dan pengendalian lumpur di Sidoarjo.

Belanja modal yang telah terserap sebesar Rp307,17 miliar diarahkan untuk modernisasi fasilitas non-alutsista, peningkatan rumah dinas, pembangunan sarana pendidikan, serta pengembangan infrastruktur seperti bendungan, danau, peningkatan jalan nasional dan konektivitas transportasi kereta api dan laut. 

Sementara itu, belanja bantuan sosial telah tersalurkan sebesar Rp54,65 miliar dan difokuskan pada bantuan pendidikan, baik di jenjang pendidikan dasar maupun perguruan tinggi.

Dukungan APBN terhadap APBD Jawa Timur melalui skema Transfer ke Daerah juga menunjukkan hasil positif. Hingga 31 Maret 2025, realisasi transfer tersebut telah mencapai Rp19,53 triliun atau 23,4% dari target, yang sebagian besar berasal dari Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus Non-Fisik.

Dukungan anggaran tersebut memberikan dampak nyata terhadap pembangunan infrastruktur di Jawa Timur. Proyek-proyek yang dijalankan mencakup pengembangan bendungan dan danau, pembangunan bangunan penampung air, peningkatan kapasitas jalan dan jembatan nasional, penguatan jaringan perkeretaapian, serta infrastruktur konektivitas laut.

Pembangunan ini tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan meningkatkan konektivitas antar wilayah. Tetapi juga menjadi instrumen penting dalam memperkuat sektor-sektor produktif, mempercepat pemerataan pembangunan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui kemudahan akses layanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi. (KS-5)

Komentar