Catat Pertumbuhan Signifikan, Tanrise Siapkan 13 Proyek Baru di Tahun Ini

KANALSATU – Di tengah tekanan ekonomi global dan tantangan pasar properti nasional, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (Tanrise) menunjukkan kinerja yang tetap positif. Emiten properti berkode RISE ini berhasil menjaga tren pertumbuhan sepanjang 2024 dan melanjutkannya hingga kuartal I 2025.
CEO Tanrise Property Belinda Tanoko menegaskan bahwa pencapaian tahun lalu merupakan salah satu yang terbaik sepanjang sejarah perusahaan. Pendapatan usaha 2024 mencapai Rp 365,5 miliar, naik 31 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp 279 miliar.
Tak hanya dari sisi pendapatan, laba bersih pun melonjak lebih dari dua kali lipat, dari Rp14,8 miliar pada 2023 menjadi Rp 34,8 miliar di 2024.
“Kami bersyukur bisa tetap mencatatkan kinerja impresif meski pasar properti sangat fluktuatif,” ujarnya dalam paparan publik yang digelar secara virtual, Jumat (23/5/2025).
Pertumbuhan yang signifikan ini juga tercermin dari peningkatan total aset Tanrise, yang kini mencapai Rp 3,42 triliun—naik 6,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Memasuki 2025, Tanrise terus menunjukkan momentum positif. Hingga kuartal I, pendapatan usaha mencapai Rp 127 miliar atau tumbuh 113 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Laba bersih bahkan melonjak tajam dari Rp 400 juta menjadi Rp 18,1 miliar—naik hingga 45 kali lipat.
Meski mencatat kinerja gemilang, Belinda mengakui bahwa tahun ini membawa tantangan yang lebih kompleks. Namun demikian, perusahaan tetap berfokus pada inovasi produk, penyelesaian proyek tepat waktu, dan menjaga standar kualitas tinggi.
"Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, Tanrise menyiapkan belanja modal sebesar Rp 500 miliar. Sekitar 30 persen dari dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan proyek properti, sementara sisanya dialokasikan ke sektor perhotelan," kata Direktur Go Ie Tiong.
Pada 2025, ekspansi hotel Tanrise menjangkau 13 lokasi, termasuk Vasa Hotel Taman Dayu, Vasa Hotel Bromo, Vasa Hotel Ubud, dan Vasa Hotel Canggu. Jumlah ini lebih banyak dibanding proyek properti yang mencapai 11 lokasi.
Perusahaan juga terus melakukan akuisisi lahan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka panjang.
Kendati tidak memasang target peningkatan pendapatan secara agresif tahun ini, Tanrise tetap menargetkan pertumbuhan laba usaha double digit dengan memperlebar margin. Strategi yang ditempuh antara lain melalui peningkatan marketing sales proyek-proyek yang tengah berjalan. (KS-5)