Sacra Cinema 2025, 30 Film Tampilkan Pesan Iman dan Harapan

KANALSATU – Festival film rohani Katolik Sacra Cinema kembali digelar untuk kedua kalinya oleh Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Keuskupan Surabaya. Tahun 2025 ini, antusiasme peserta semakin meningkat.
Bukan hanya dari segi jumlah karya yang masuk, tetapi juga dari segi kualitas yang dinilai mengalami kemajuan pesat dibanding tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Komisi Komsos Keuskupan Surabaya, RD Robertus Theo Elno Respati, atau yang akrab disapa Romo Theo, pada Sabtu (7/6/2025).
“Sangat menggembirakan, tahun ini ada 30 film yang masuk. Jumlah ini meningkat dibanding edisi perdana tahun 2024. Tidak hanya secara kuantitas, peningkatan kualitas juga sangat terasa dari karya-karya yang kami terima,” ujar Romo Theo.
Seluruh film peserta telah ditonton dan dinilai langsung oleh dewan juri, termasuk oleh Romo Theo sendiri. Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas bukan sekadar klaim, tetapi benar-benar dirasakan saat menyaksikan dan mendiskusikan film-film tersebut bersama para juri.
Festival film Sacra Cinema 2025 digelar di Auditorium Benedictus Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). Acara ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan komunikasi sosial Keuskupan Surabaya yang bertujuan membangkitkan kreativitas visual Katolik dari berbagai kalangan—baik dari paroki, komunitas religius, kelompok kategorial, hingga siswa-siswi SMA Katolik.
Tahun ini, 30 film yang dilombakan terdiri dari film fiksi dan dokumenter. Para peserta berkompetisi dalam berbagai kategori, seperti Aktor dan Aktris Terbaik, Sinematografi Terbaik, serta Film Fiksi dan Dokumenter Terbaik.
Tak hanya kompetisi film, Sacra Cinema 2025 juga menghadirkan Sacra Cinema Academy, yaitu program pelatihan dan pengembangan yang dilaksanakan secara roadshow untuk mengasah kemampuan para pelaku komunikasi sosial di wilayah Keuskupan Surabaya.
Rangkaian festival dibuka dengan penayangan perdana film "Jejak Kasih Modik", sebuah dokumenter yang mengangkat kisah inspiratif Uskup Keuskupan Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo. Film ini menyoroti kepedulian Uskup terhadap kaum papa, difabel, dan mereka yang menderita—sebuah perjalanan yang mencerminkan totalitas pengabdiannya sebagai Imam Diosesan, meskipun pada awalnya ia merasa terpaksa menempuh jalur ini.
Pemutaran film ini selaras dengan tema Sacra Cinema 2025, yaitu: "Mewujudkan Tri Tugas Kristus sebagai Imam, Nabi, dan Raja.”
Romo Theo berharap, festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan iman, terutama tentang harapan.
“Seperti pesan Paus Fransiskus dalam Hari Komunikasi Sosial Sedunia 2025: ‘Bagikanlah dengan lembut harapan yang ada di hatimu.’ Kami berharap Sacra Cinema ke depan menjadi media yang menyuarakan harapan dan iman secara kreatif,” ungkapnya penuh semangat.
Dengan semangat dan kualitas yang terus meningkat, Sacra Cinema diharapkan terus menjadi wadah kreatif yang membangun semangat komunikasi sosial berbasis nilai-nilai Kristiani di era digital saat ini.
(KS-5)