Sinergi PPJI dan Petani Lokal, Dorong Suksesnya Program MBG Nasional

KANALSATU - Persatuan Pengusaha Jasa Boga Indonesia (PPJI) Kota Surabaya dan Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk mendukung Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Komitmen ini diwujudkan melalui langkah konkret pembentukan yayasan resmi yang akan menjadi payung koordinasi vendor-vendor jasa boga dalam pelaksanaan MBG.
Ketua PPJI Surabaya, Asrilia Kurniati, menegaskan bahwa program ini harus berjalan secara profesional dan tepat sasaran.
“Kami ingin MBG ini terlaksana dengan baik, lancar, dan berkualitas. Karena itu, kami membentuk yayasan resmi agar pelaksanaannya tidak dianggap abal-abal. Kami ingin program ini sukses, mendukung visi Presiden untuk Indonesia Emas 2045,” ujar Asrilia saat bertemu ratusan petani di Sidoarjo, Selasa (8/7/2025).
Dalam pertemuan tersebut, Asrilia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani yang menjadi ujung tombak ketahanan pangan nasional.
Ia menekankan bahwa PPJI tidak hanya fokus pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga ingin terlibat aktif dalam memperpendek rantai pasok pangan melalui kerja sama langsung dengan petani.
“Langkah konkret kami adalah belanja langsung ke petani, tanpa lewat tengkulak atau distributor besar. Dengan begitu, harga bisa lebih murah dan petani mendapat manfaat langsung. Ini juga bagian dari kontribusi kami untuk menyukseskan swasembada pangan,” paparnya.
Sebagai bagian dari penguatan sektor hulu distribusi pangan, PPJI Surabaya juga menyiapkan pelatihan digitalisasi untuk petani muda. Inisiatif ini bertujuan untuk mendorong regenerasi petani yang memiliki daya saing di era pertanian modern.
“Petani muda harus melek digital. Kami akan mengadakan pelatihan agar mereka bisa mengakses pasar langsung, memahami sistem logistik, hingga memanfaatkan teknologi pertanian. Kami ingin petani Indonesia tak kalah dari negara lain seperti Tiongkok dalam hal inovasi dan produktivitas,” tambahnya.
Langkah PPJI ini mendapat dukungan luas dari berbagai pihak, mengingat tantangan regenerasi petani di Indonesia semakin nyata.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa mayoritas petani saat ini berusia di atas 45 tahun. Tanpa keterlibatan generasi muda, masa depan ketahanan pangan nasional bisa terancam.
Kolaborasi erat antara pelaku usaha jasa boga, pemerintah, dan petani lokal yang diinisiasi oleh PPJI Surabaya diharapkan mampu menciptakan sistem pangan yang berkelanjutan.
Dengan sinergi yang kuat, Program Makan Bergizi Gratis tak hanya akan meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia, tetapi juga memperkuat kesejahteraan petani sebagai bagian dari cita-cita besar menuju Indonesia Emas 2045.
Setelah menggelar sesi tanya jawab PPJI melanjutkan kegiatan dengan acara nonton bareng (nobar) film Seribu Bayang Purnama. Kegiatan ini tak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sebagai media edukasi untuk menyampaikan pesan pentingnya peran sektor pertanian dalam ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Film Seribu Bayang Purnama menyajikan kisah menyentuh tentang perjuangan petani di tengah tantangan zaman, modernisasi, dan perubahan iklim.
Melalui alur cerita yang kuat dan visual yang memukau, film ini berhasil menggambarkan bagaimana sektor pertanian bukan hanya tentang cangkul dan ladang, tetapi tentang harapan, inovasi, dan masa depan bangsa. (KS-5)