Dorong Swasembada Susu, JAPFA dan Greenfields Distribusikan Ribuan Sapi Perah Impor di Jatim

KANALSATU – Dalam upaya mendukung ketahanan pangan nasional, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) melalui anak usahanya, PT Santosa Agrindo Lestari (Santori), bekerja sama dengan PT Greenfields Dairy Indonesia (Greenfields), mendistribusikan lebih dari 1.000 ekor sapi perah bunting impor ke 120 peternak rakyat di Jawa Timur.
Inisiatif ini menjadi bagian penting dari upaya jangka panjang untuk mengatasi krisis swasembada susu di Indonesia.
Komisaris Utama JAPFA Syamsir Siregar menuturkan, produksi susu nasional hanya mampu memenuhi sekitar 20–21% dari total kebutuhan. Sementara konsumsi susu diproyeksikan meningkat tajam hingga 5,3 juta ton pada 2025, antara lain didorong oleh program “Makan Bergizi Gratis” dari pemerintah.
“Melalui Santori, kami mengimpor sapi perah bunting dari Australia yang telah melewati proses seleksi ketat. Kami percaya bahwa program ini harus berjalan menyeluruh, tidak hanya pendistribusian sapi, tetapi juga edukasi, pembinaan teknis, dan jaminan hasil produksi,” ujar Syamsir di Probolinggo, Selasa (15/7/2025).
Ia menekankan pentingnya pemberdayaan peternak lokal sebagai bagian dari pembangunan ekosistem agribisnis nasional yang kuat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasinya atas dukungan sektor swasta dalam pemulihan populasi sapi perah pasca-wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku).
“Kedatangan sapi perah impor ini sangat berarti bagi peningkatan populasi dan produksi susu segar di Jawa Timur. Kami berterima kasih kepada JAPFA dan Greenfields atas kontribusi strategis ini,” ujar Khofifah.
Direktur Corporate Affairs JAPFA, Rachmat Indrajaya, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ekosistem pangan dari sisi hulu.
“Kami tidak hanya menyediakan sapi perah berkualitas, tapi juga pendampingan teknis dan pembinaan berkelanjutan. Tujuan kami adalah memperkuat industri susu lokal dan menciptakan ketahanan pangan yang berkelanjutan,” jelas Rachmat.
Program ini dijalankan melalui skema Kemitraan Sapi Perah Greenfields (KSG) yang melibatkan peternak rakyat di wilayah Malang, Blitar, Pasuruan, dan Batu. Para mitra akan menerima sapi hasil persilangan ras Holstein dan Jersey, yang dikenal produktif serta tahan terhadap iklim tropis.
Peternak juga mendapatkan pendampingan manajemen peternakan, layanan kesehatan hewan, serta jaminan penyerapan susu segar oleh Greenfields.
“Kami akan terus mendampingi para peternak agar mampu mengelola ternaknya secara optimal. Harapannya, kontribusi peternakan rakyat terhadap produksi susu nasional akan terus meningkat,” ujar CEO Greenfields, Akhil Chandra.
Dukungan Pemerintah Pusat dan Jaminan Kesehatan Hewan
Program ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Dr. drh. Agung Suganda, menyatakan bahwa kolaborasi pemerintah dan swasta sangat penting untuk mencapai target nasional pengadaan hampir 1 juta ekor sapi perah hingga 2029.
“Kolaborasi semacam ini harus terus diperkuat. Perlu juga dukungan dari perbankan, seperti KUR, untuk membantu pembiayaan peternak,” jelas Agung.
Sementara itu, Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat Manaor Panggabean, memastikan seluruh sapi impor telah menjalani prosedur karantina ketat selama 14 hari dan dinyatakan sehat, sehingga aman untuk didistribusikan kepada peternak. (KS-5)