Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp6,7 Miliar untuk Buruh Rokok dan Warga Bojonegoro

KANALSATU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan sosial senilai total Rp6,748 miliar kepada ribuan buruh pabrik rokok dan masyarakat rentan di Bojonegoro, Kamis (17/7/2025). Penyaluran dilakukan di PT Kareb Alam Sejahtera Mitra Produksi Sigaret (MPS) Dander, Desa Ngumpakdalem.

Salah satu bantuan utama yang diberikan adalah BLT dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) senilai Rp804 juta untuk 607 buruh rokok, mayoritas perempuan. Khofifah menyebut bantuan ini sebagai bentuk dukungan ekonomi dan motivasi kerja bagi buruh di tengah tantangan ekonomi.

“BLT ini diharapkan bisa meringankan beban ekonomi, meningkatkan semangat kerja, dan menghadirkan masa depan yang lebih baik bagi para buruh rokok,” ujarnya.

Selain Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk buruh pabrik rokok, sejumlah bantuan sosial lainnya juga disalurkan Gubernur Khofifah kepada masyarakat Bojonegoro. Program PKH Plus diberikan kepada 1.724 lansia tidak mampu dengan total nilai bantuan mencapai Rp3,488 miliar.

Bantuan berikutnya adalah Asistensi Sosial untuk Penyandang Disabilitas (ASPD) senilai Rp439 juta yang menyasar 122 orang penerima manfaat. Selain itu, program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) untuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS Jawara) menyalurkan bantuan senilai Rp84 juta.

Gubernur juga menyerahkan bantuan KIP eks PPKS Jawara sebesar Rp30 juta, serta alat bantu mobilitas untuk lansia dan penyandang disabilitas sebanyak 25 unit dengan total nilai Rp138 juta.

Tak hanya itu, bantuan Biaya Operasional Penyelenggaraan (BOP) dan tali asih juga diberikan kepada para pilar sosial, yang meliputi SDM PKH Plus, pendamping disabilitas, TKSK, dan Tagana, dengan total alokasi mencapai Rp733 juta.

Dari sisi pemberdayaan ekonomi desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Timur menyalurkan bantuan senilai Rp400 juta untuk penguatan BUMDesa, Rp300 juta untuk program Desa Berdaya, serta Rp371 juta untuk program Jatim Puspa.
(KS-9)

Komentar