Petualangan, Satwa, dan Seni, Semua Ada di Solo Safari

KANALSATU - Tak lengkap rasanya mengunjungi Kota Solo tanpa singgah ke Solo Safari, destinasi wisata terpadu yang kini menjadi primadona baru bagi wisatawan lokal maupun luar daerah. Mengusung konsep “all-in-one experience”, Solo Safari menawarkan lebih dari sekadar tempat rekreasi.
Di sini, pengunjung diajak menjelajah alam, mengenal lebih dekat dunia satwa, menikmati kuliner, seni budaya, hingga berpetualang dalam wahana interaktif yang cocok untuk segala usia.
Berlokasi di jantung Kota Surakarta dan membentang seluas 14 hektar, Solo Safari hadir sebagai wajah baru pariwisata keluarga yang edukatif, atraktif, dan menyenangkan.
Solo Safari bukanlah kebun binatang. Di dalamnya terdapat lebih dari 400 ekor satwa dari 100 spesies yang dirawat dalam zona konservasi bertema alami, yang dirancang menyerupai habitat aslinya di alam liar.
Menurut Marketing Manager Solo Safari Reza Salman Farisy, tempat ini memang dirancang bukan sebagai kebun binatang konvensional, melainkan area konservasi dengan pendekatan yang lebih alami dan interaktif. Ia menjelaskan bahwa beberapa satwa langka, seperti harimau bengala, bahkan telah berhasil dikembangbiakkan di sini.
Selain melihat satwa, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas edukatif seperti animal encounter dan animal riding, serta menyaksikan animal presentation yang dibawakan langsung oleh para penjaga satwa profesional. Kegiatan ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan konservasi satwa.
Solo Safari juga menghadirkan sejumlah wahana yang menyenangkan bagi seluruh anggota keluarga. Pengunjung dapat mencoba Savannah Zipline, sensasi meluncur di udara di atas area satwa Afrika seperti zebra dan wildebeest. Ada juga Jeep Adventure, yang menawarkan petualangan offroad melintasi area alam terbuka di kawasan Kedaton.
Bagi pecinta adrenalin, tersedia wahana Gokart yang bisa dinikmati oleh anak-anak maupun dewasa. Sementara itu, wahana Dino Ride membawa pengunjung menjelajah area dengan nuansa zaman prasejarah, menambah variasi pengalaman yang unik selama di Solo Safari.
Wahana-wahana ini selalu diperbarui mengikuti momen liburan dan event khusus, sehingga setiap kunjungan ke Solo Safari selalu menyuguhkan hal baru.
Selain wahana utama, Solo Safari juga meluncurkan aktivitas baru yang langsung menjadi favorit pengunjung. Salah satunya adalah Scooteria, yaitu pengalaman menjelajah area safari menggunakan skuter listrik yang praktis dan menyenangkan.
Kemudian ada Giant Trampoline, arena lompat bebas yang cocok untuk semua usia dan bisa dinikmati secara gratis oleh pemegang tiket premium. Tak kalah menarik adalah Human Wheels, sebuah wahana yang menantang pengunjung untuk menjaga keseimbangan tubuh mereka dengan cara yang seru.
Solo Safari dirancang sebagai tempat wisata yang bisa dinikmati sepanjang hari, termasuk malam hari. Salah satu daya tariknya adalah Panggung Malam, yang menghadirkan pertunjukan spesial seperti Fire Dance, pertunjukan satu-satunya di Kota Solo.
Selain itu, ada juga modern dance, clown show, hingga interaksi satwa yang berlangsung dalam suasana malam yang magis.
Panggung Malam juga rutin berkolaborasi dengan seniman dan sanggar lokal, seperti pementasan Tari Kecak yang digelar sepanjang bulan Juli. Dengan pencahayaan artistik dan atmosfer malam yang memikat, terutama di area Jembatan Primata, Solo Safari menjadi satu-satunya destinasi wisata malam yang menggabungkan edukasi dan seni pertunjukan di Solo.
General Manager Solo Safari Yustinus Sutrisno mengatakan, kehadiran program-program tersebut bukan hanya sekadar hiburan.
"Kami ingin setiap kunjungan menjadi pengalaman utuh—mulai dari edukasi hingga hiburan, dari pagi hingga malam. Solo Safari adalah ruang petualangan dan ekspresi yang terus kami kembangkan," ungkapnya.
Sejak dibuka, Solo Safari mencatat pertumbuhan jumlah pengunjung yang signifikan. Rata-rata kunjungan harian mencapai 1.000 orang di hari kerja dan meningkat hingga 2.000–3.000 orang di akhir pekan.
Saat musim liburan tiba, jumlah tersebut bisa melonjak hingga 4.000 pengunjung per hari. Dari seluruh pengunjung luar kota, warga Surabaya tercatat sebagai tiga besar penyumbang terbanyak, menandakan bahwa daya tarik Solo Safari telah melampaui batas wilayah Solo dan Jawa Tengah.
(KS-5)