Meriahkan HAN, Anak-anak Surabaya Tampilkan Berbagai Seni Tradisi

KANALSATU – Suasana ceria dan penuh warna benar-benar terasa di Widya Kartika Conference Center di Dukuh Kupang Timur, Surabaya, Minggu (27/7/2025).
Lebih dari 100 anak tampil membawakan tarian, drama, hingga pencak silat dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2025. Di balik keriuhan penampilan itu, terselip pesan mendalam: anak-anak punya suara dan karya yang layak didengar dan dirayakan.
Perayaan tahun ini mengangkat tema “Suara Anak Kampung Membangun Negeri: Berani Berkarya, Berani Bersuara, Perjuangkan Asa,”.
“Kegiatan Hari Anak Nasional di sini sudah kami adakan sejak 2021, tapi baru tahun ini kami menggandeng berbagai sanggar seni untuk tampil bersama,” ujar Ketua Panitia HAN 2025 Dini Larasati.
Kelima sanggar itu antara lain Sanggar Merah Merdeka, Sanggar Pijar, Alang-Alang, Karya Kasih Putra, dan Drama Putra Swadaya. Para pembinanya tergabung dalam Forum Pendidikan Alternatif (FPA), yang mendorong ruang-ruang belajar dan ekspresi di luar sistem pendidikan formal.
Anak-anak yang tampil berasal dari berbagai sekolah dasar di Surabaya. Mereka tampak percaya diri, mengenakan kostum berwarna cerah dan riasan wajah yang menggambarkan karakter tokoh masing-masing.
Di pintu masuk gedung pertunjukan, tampak instalasi yang menampilkan foto-foto keceriaan anak-anak. Di sana juga ada beberapa tulisan tentang kebutuhan anak akan kasih sayang dari orang tua, tidak hanya dipenuhi kebutuhan materinya.
Salah satu yang menyentuh hati adalah penampilan teatrikal tentang seorang anak yang mulai merasa jenuh bermain sendirian dengan gadget.
Dalam pertunjukan itu, si anak mengungkap kerinduannya akan permainan bersama teman. Latar malam bulan purnama menjadi momen magis. Anak-anak pun melantunkan lagu dolanan Jawa “Padhang Bulan” dengan semangat:
Yo pra kanca dolanan ing jaba,
Padhang wulan padhange kaya rina…
Suasana berubah hangat, mengajak semua yang hadir untuk kembali mengingat indahnya kebersamaan dan permainan tradisional.
Dini berharap kegiatan seperti ini bisa terus digelar setiap tahun sebagai wadah inklusif bagi anak-anak dari berbagai latar belakang. Tak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai ruang tumbuh bagi keberanian dan harapan mereka.
(KS-5)