Pulau Kecil, Sinyal Besar: Telkomsel Menghubungkan Hati dan Rejeki

KANALSATU - Di ujung timur laut Pulau Madura, tersembunyi sebuah permata kecil bernama Pulau Sapeken. Wilayah ini masuk dalam Kecamatan Sapeken, bagian dari Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Pulau ini tidak besar, hanya 201,88 km². Bandingkan dengan luas Pulau Madura yang mencapai sekitar 5.168 km².
Untuk menuju Pulau Sapeken, dibutuhkan perjalanan laut selama 4–5 dari pusat kota Sumenep yang ada di pulau Utama Madura. Meski berjarak, kehidupan warga di pulau ini tidak tertinggal. Bahkan kini semakin menggeliat seiring menguatnya sinyal telekomunikasi di wilayah tersebut.
Setiap pertengahan Juli, ketika kalender pendidikan nasional berputar ke tahun ajaran baru, Toko Ezra yang berlokasi di Desa Sapeken, selalu dipadati pembeli. Sejak pagi, orang tua dan siswa sibuk mencari kebutuhan sekolah.
Mereka mencari kemeja putih ukuran baru, rok atau celana seragam, topi. dasi hingga kaus kaki dan sepatu hitam. Banyak juga yang berbelanja buku dan alat-alat tulis Lainnya.
Sang pemilik toko ini adalah Zumrotin. Perempuan asal Lamongan ini menetap di Sapeken sejak menikah dengan pria asli Sapeken di tahun 2011. Toko yang mengambil nama anak pertamanya ini didirikan sejak 2014.
Tidak hanya kebutuhan sekolah, tokonya juga berjualan bahan pokok, kebutuhan sehari-hari seperti sabun, produk perawatan kecantikan dan makanan dan minuman ringan.
Yang membuat tokonya memiliki item produk begitu lengkap adalah 'keakraban' sang pemilik toko dengan dunia digital. Zumrotin selalu memanfaatkan koneksi internet untuk belanja stok barang, baik melalui platform e-commerce seperti Lazada, Shopee maupun dari pemasok di Banyuwangi, Bali, dan Sumenep.
Dari e-commerce ia biasanya memanfaatkan promo atau diskon untuk produk kecantikan seperti bedak, losion, hingga parfum.
Barang-barang itu kemudian dijual tak hanya untuk warga Desa Sapeken, tapi juga dikirim ke pulau-pulau kecil di sekitarnya. "Sebagian pembeli datang langsung, tapi banyak juga yang pesan lewat WhatsApp. (pembayarannya) Kalau nggak cash, ya transfer. Semua lancar karena sinyal di sini bagus," ujar Zumrotin.
Pengiriman ke pulau-pulau kecil ia layani untuk pembelian dalam jumlah besar. "Kalau kesana biasanya kirim 1-2 dus. Isinya macem-macem. Mulai dari sembako sampai peralatan sekolah, bedak-bedak, sabun. Ya apa yang dibutuhkan di sana," tutur Ibu tiga anak ini.
Keberadaan jaringan telekomunikasi yang stabil- terutama dari operator Telkomsel yang mendominasi wilayah tersebut, sangat membantu warga Sapeken, termasuk Zumrotin, dalam membangun ekonomi keluarga.
Di tengah keterbatasan infrastruktur fisik, sinyal yang kuat telah membuka pintu bagi aktivitas jual beli daring. Banyak warga kini mulai berjualan melalui Facebook dan WhatsApp, membuat roda ekonomi lokal terus berputar.
"Karena sinyalnya kuat, kami bisa kirim foto produk, ngobrol dengan pelanggan, atau cek harga dengan cepat. Omzet juga jadi lebih bagus karena pemasaran bisa lebih luas," ujar perempuan asli Lamongan ini.
Namun manfaat sinyal kuat tak hanya sebatas urusan bisnis. Berkat jaringan luas Telkomsel, komunikasinya dengan putra bungsunya yang saat ini tinggal di salah satu pondok pesantren di Pacet, Kabupaten Mojokerto tetap hangat. Jarak sekitar 200-an KM yang memisahkan Sapeken-Mojokerto seperti bukan penghalang bagi mereka.
Untuk membayar kerinduan, Ibu dan anak ini biasanya mengandalkan video call sebagai sarana komunikasi. Lucunya, menurut dia, justru sinyal di daerah pesantren anaknya yang sering putus-putus karena berada di wilayah pegunungan. Sedangkan di Sapeken, kualitas jaringan sangat baik dan tidak pernah ada kendala.
Perlu diketahui, meskipun secara administratif masuk Jawa Timur, Sapeken memiliki latar budaya yang khas. Mayoritas warganya adalah keturunan Sulawesi seperti suku Bajo, Mandar, dan Bugis. Bahasa yang digunakan pun bukan Madura atau Jawa, melainkan bahasa daerah dari Sulawesi.
Sejarah mencatat bahwa dahulu kepulauan ini memang ditemukan oleh pelaut-pelaut dari Sulawesi yang kemudian menetap dan beranak-pinak di sini.
Konektivitas Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
Kemajuan teknologi informasi sangat membantu di banyak bidang, salah satunya di bidang telekomunikasi. "Perluasan jaringan telekomunikasi oleh operator selular sangat membantu masyarakat, salah satunya terkait pendidikan dan ekonomi," ujar Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Bahauddin Mudhary Madura, Rosnindar Prio Eko Rahardjo.
Ia menuturkan, di Kabupaten Sumenep yang memiliki banyak pulau misalnya, perluasan jaringan telekomunikasi ini dimanfaatkan oleh sejumlah warga untuk melakukan transaksi perdagangan.
"Ada teman di salah satu pulau kecil yang punya toko di rumahnya. Dia memanfaatkan media sosial atau pun aplikasi belanja online untuk "kulakan" barang-barang dari Jawa, Kalimantan, atau Bali. Ini salah satu contoh saja," ujar pria yang akrab disapa Rossi ini.
Beberapa mahasiswa asal kepulauan di Sumenep juga memanfaatkan perluasan jaringan telekomunikasi untuk mengikuti perkuliahan daring atau meng-up date informasi perkuliahan ketika mereka berada di kepulauan.
Perluasan jaringan telekomunikasi di pulau-pulau terluar Indonesia memang sangat penting untuk meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat. Beberapa operator selular telah melakukan sejumlah upaya memperluas jaringan telekomunikasi di wilayah-wilayah terluar Indonesia.
Kehadiran jaringan telekonunikasi ini membuat masyarakat dapat menikmati layanan telekomunikasi dengan harga yang lebih terjangkau dan kualitas yang prima.
"Mereka bisa meningkatkan konektivitas dan kualitas hidup masyarakat di wilayah terluar, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Selain itu juga membantu meningkatkan keamanan dan ketahanan nasional dengan menyediakan layanan komunikasi yang andal di wilayah perbatasan," kata Rossi.
Namun, ia mengakui bahwa perluasan jaringan ini juga menghadapi sejumlah tantangan karena faktor geografis yang ekstrem dan infrastruktur dasar yang terbatas.
"Biaya logistiknya tinggi untuk membangun dan memelihara jaringan telekomunikasi di wilayah terluar. Sehingga memerlukan perencanaan yang matang dan kolaborasi antara pemerintah, operator telekomunikasi, dan masyarakat lokal untuk memastikan bahwa kebutuhan komunikasi masyarakat terpenuhi dan kualitas hidup mereka meningkat," pungkasnya.
Komitmen Perluas Jaringan
Terpisah, Manager Mobile Consumer Branch Surabaya Telkomsel Tectony Rachman mengungkapkan, untuk wilayah Pulau Madura dan sekitarnya, jumlah pelanggan Telkomsel sekitar 900 ribu pelanggan. Sedangkan khusus di Kabupaten Sumenep, ada sekitar 250 ribu pelanggan.
Telkomsel sendiri terus berkomitmen mengembangkan jaringan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh penjuru Nusantara.
Telkomsel terus memperluas penetrasi layanan digitalnya di Madura melalui serangkaian strategi pengembangan pasar dan penguatan jaringan. Upaya ini mencakup penyediaan produk yang kompetitif, pendekatan branding berbasis lokal, hingga penguatan infrastruktur telekomunikasi di wilayah kepulauan.
Lebih lanjut Tectony menjelaskan, Telkomsel menghadirkan berbagai pilihan kartu perdana seperti by.U dan simPATI, serta paket data dengan harga terjangkau yang dirancang khusus untuk masyarakat Madura. “Kami ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat, dari nelayan, pelajar, hingga pelaku UMKM, dapat mengakses layanan digital dengan mudah dan terjangkau,” ujarnya.
Dalam memperluas pangsa pasar, Telkomsel juga menerapkan strategi branding yang disesuaikan dengan karakteristik budaya dan demografi masing-masing kabupaten di Madura. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kampanye produk dan memperkuat loyalitas pelanggan di daerah tersebut.
Dari sisi infrastruktur, Telkomsel aktif memperluas jaringan 4G/LTE dengan membangun Base Transceiver Station (BTS) hingga ke wilayah terpencil, seperti Pulau Gili Raja di Kabupaten Sumenep. Penambahan titik jaringan baru juga terus dilakukan secara berkala demi memastikan jangkauan sinyal yang merata dan layanan komunikasi yang andal di seluruh Jawa Timur dan Madura.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Telkomsel juga rutin menjalankan program akuisisi pelanggan baru guna memperkuat posisinya sebagai operator utama di Madura. Sementara itu, bagi pelanggan eksisting, Telkomsel menyediakan berbagai fitur digital tambahan seperti paket untuk gim, layanan video digital, dan berbagai inovasi layanan lainnya.
“Dengan kombinasi strategi ini, kami berkomitmen mendukung percepatan transformasi digital masyarakat Madura dan menjadikan Telkomsel sebagai pilihan utama dalam memenuhi kebutuhan komunikasi dan digital di wilayah ini,” tutup Tectony.
Manager Network Performance Analysis and Consolidation Jawa Bali Telkomsel Zaki Fithra menambahkan, pihaknya telah melakukan pemetaan untuk pembangunan jaringan di wilayah kepulauan dan perbukitan.
"Pemetaan dilakukan secara data-driven dengan mempertimbangkan berbagai parameter seperti densitas populasi, pertumbuhan traffic data, kebutuhan layanan publik, potensi ekonomi lokal, serta critical infrastructure (sekolah, rumah sakit, pelabuhan)," jelasnya.
Misalnya, untuk wilayah kepulauan dan perbukitan, pendekatan yang digunakan melibatkan survei lapangan, citra satelit. Tidak ketinggalan, Telkomsel juga melakukan kolaborasi dengan pemerintah daerah agar solusi teknis dapat disesuaikan.
"Misalnya penggunaan microwave link, small cell, atau teknologi satelit hybrid untuk daerah dengan tantangan geografis ekstrem," terang Zaki lagi.
Hari ini, Desa Sapeken mungkin masih jauh dari pusat-pusat urban. Namun dengan sinyal yang kuat, konektivitas digital yang lancar, dan semangat warganya, pulau ini berhasil membuktikan bahwa kemajuan ekonomi bisa dimulai dari mana saja—bahkan dari pulau kecil di utara Jawa Timur. (KS-5)