376 Naskah Ikuti EJAVEC Forum 2025, BI Jatim Soroti Isu Ekonomi yang Jarang Dibahas

SURABAYA – Partisipasi penelitian di ajang East Java Economic Forum (EJAVEC) 2025 meningkat tajam. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur mencatat 376 naskah masuk, naik 230% dibanding 2024 yang hanya 163 naskah.

Deputi Kepala BI Jatim, Muhammad Noor Nugroho, menyebut peningkatan ini disertai keragaman tema, termasuk isu yang jarang diangkat seperti kontribusi tenaga kerja pra-lansia, pariwisata, hingga Darwinisme. “Komposisinya seimbang antara paper umum dan mahasiswa. Kajian ini diharapkan memberi perspektif baru bagi penguatan ekonomi Jatim,” ujarnya di Surabaya, Selasa (12/8/2025).

Topik yang banyak dibahas meliputi strategi peningkatan produktivitas industri padat karya, pengembangan pertanian dan UMKM, ketahanan pangan, stabilitas harga, dan penguatan sektor pariwisata. Peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi nasional hingga internasional, termasuk Universitas Airlangga, Universitas Indonesia, IPB, Kobe University, dan University of Manchester.

Sejumlah rekomendasi yang muncul antara lain digitalisasi pertanian, pemetaan ketahanan pangan, optimalisasi kemitraan antar daerah, strategi substitusi impor, dan sinergi pendidikan vokasi–industri. Di sektor pariwisata, riset menunjukkan 47% destinasi wisata di Jatim tertinggal dalam adaptasi digital, dengan wisata alam paling rentan.

Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menilai EJAVEC tidak sekadar forum akademis, tapi wadah strategis untuk menggali potensi ekonomi daerah. Ia mendorong penguatan konsep Gerbang Baru Nusantara agar Jatim aktif menjadi bagian rantai pasok teknologi dan industri nasional.

Emil juga menyoroti pergeseran pola konsumsi masyarakat ke belanja daring, penurunan kontribusi industri tembakau pada PDRB, serta pentingnya kelancaran distribusi barang dan jasa untuk menjaga pertumbuhan. “Jangan sampai hasil kajian berhenti di meja seminar. Harus ada aksi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Hasil riset EJAVEC 2025 akan diterbitkan dalam jurnal terakreditasi SINTA peringkat 3 yang dikelola FEB Universitas Airlangga dan BI Jatim. Forum ini diharapkan menjadi motor lahirnya inovasi kebijakan ekonomi untuk pertumbuhan Jatim yang berkelanjutan dan inklusif.

Kalau mau, saya bisa buatkan versi judul SEO yang lebih “menggigit” agar berpotensi muncul di pencarian Google dengan kata kunci ekonomi Jawa Timur.

Komentar