PAD Jawa Timur Naik Rp283 Miliar, Belanja Daerah Membengkak hingga Defisit Rp4,39 Triliun

KANALSATU – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memaparkan nota keuangan Raperda Perubahan APBD 2025 dalam rapat paripurna DPRD Jatim, Jumat (15/8/2025). Meski Pendapatan Asli Daerah (PAD) naik signifikan Rp283,49 miliar, peningkatan belanja daerah membuat defisit melebar hingga Rp4,39 triliun.

Khofifah menjelaskan, pendapatan daerah naik dari Rp28,448 triliun menjadi Rp28,539 triliun. PAD tumbuh dari Rp16,760 triliun menjadi Rp17,043 triliun. 

Namun, pendapatan transfer justru turun Rp192,31 miliar menjadi Rp11,467 triliun, sementara pos lain-lain pendapatan daerah tetap Rp28 miliar.

Di sisi lain, belanja daerah membengkak dari Rp30,223 triliun menjadi Rp32,936 triliun atau bertambah Rp2,71 triliun. Tambahan belanja terbesar ada pada belanja operasi Rp24,007 triliun dan belanja modal Rp3,087 triliun, diikuti belanja transfer Rp5,538 triliun serta belanja tak terduga Rp302,87 miliar.

“Defisit yang meningkat akan ditutup melalui pembiayaan netto dari penerimaan dan pengeluaran pembiayaan daerah,” terang Khofifah.

Penerimaan pembiayaan terutama berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) 2024 sebesar Rp4,706 triliun, lebih tinggi Rp2,9 triliun dari perkiraan awal. Sementara pengeluaran pembiayaan digunakan untuk penambahan investasi daerah kepada BUMD Rp300 miliar serta pembayaran cicilan pinjaman ke PT SMI Rp9,17 miliar.

(KS-9)

Komentar